SAKINAH

Ini Lima Tanda Anda Sedang Berada dalam ‘Survival Mode’

4. Terlalu Lama Merenungkan Emosi Negatif

Saat berada dalam survival mode, seseorang cenderung merenungkan emosi negatif lebih lama dari biasanya, sementara emosi positif sangat jarang muncul.

Shrestha mencatat bahwa meskipun wajar merasakannya sesekali, merenungkan emosi negatif terlalu lama dapat memicu stres kronis dan gangguan kesehatan fisik lainnya.

5. Ingin Mengendalikan Segala Situasi

Ketika kehidupan terasa tidak menentu, seseorang cenderung berusaha mengendalikan segalanya demi menghilangkan potensi ancaman.

“Seseorang yang biasanya santai mungkin mulai merasa lebih perfeksionis atau merasa perlu segala sesuatunya berjalan persis seperti yang direncanakan,” kata Ivelevitch.

Menurutnya, hal ini dilakukan bukan untuk mengontrol orang lain, melainkan sebagai upaya psikologis menciptakan kepastian.

Shrestha menyampaikan bahwa sebenarnya ada cara sederhana untuk keluar dari mode tersebut.

Seseorang dapat menenangkan diri dengan berkata pada diri sendiri bahwa situasi aman, sembari menarik napas dalam-dalam melalui hidung dan menghembuskannya perlahan melalui mulut.

Perhatikan juga lingkungan sekitar dengan melihat, mendengar, dan merasakannya, lalu ulangi menguatkan diri bahwa kondisi dalam keadaan aman.

“Ini sangat efektif membantu orang beralih dari mode bertahan hidup ‘lawan atau lari’ (fight or flight), yang mengaktifkan sistem saraf simpatik, menuju sistem saraf parasimpatik yang menenangkan,” pungkas Shrestha.[]

Sumber: ANTARA

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button