Isra Mikraj sebagai Sumber Pelajaran (Bagian 1)
أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١ حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ ٢
“Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takāṡur [102]:1-2).
Islam adalah Agama Fitrah
Dalam perjalanan Isra Mikraj, Nabi Saw merasakan dahaga. Malaikat yang menyertai beliau kemudian menawarkan tiga pilihan minuman, yaitu susu, khamr, dan madu. Nabi Saw memilih susu. Setelah itu, malaikat berkata, “Wahai Muhammad, engkau telah memilih fitrah.” Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “fitrah” di sini adalah agama Islam. Oleh karena itu, hadis tersebut juga dipahami sebagai penegasan bahwa Islam merupakan agama fitrah.
Yang dimaksud dengan Islam sebagai agama fitrah adalah agama yang dalam akidah dan seluruh hukumnya selaras dengan tuntutan kecenderungan fitrah manusia yang asli. Dengan demikian, dalam Islam tidak terdapat sesuatu pun yang bertentangan dengan tabiat dasar manusia. Demikian penjelasan Syekh Sa‘id Ramadhan al-Buthi dalam bukunya “Fiqh al-Sīrah.”[]
Zuhaili Zulfa, S.Pd., Guru Pendidikan Agama Islam, lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.






