SEHAT-BUGAR

Jangan Paksa Lambung Bekerja Keras karena Air Es

Selain itu, konsumsi air dingin yang salah waktu juga dapat memperlambat proses pencernaan zat lemak dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dampaknya, tubuh manusia membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menyerap berbagai nutrisi penting dari makanan yang masuk.

“Pencernaan lemak dan karbohidrat bisa melambat, sehingga penyerapan nutrisi juga tertunda,” jelas Patel.

Orang-orang dengan gangguan pencernaan seperti gastroparesis, sindrom iritasi usus besar (IBS), diabetes, atau hipotiroidisme terbukti jauh lebih sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem ini.

Pada kondisi kesehatan yang lemah tersebut, air dingin justru dapat memperparah gejala penyakit seperti kembung yang parah hingga nyeri perut yang akut.

Dalam sebuah studi medis, konsumsi air bersuhu sekitar dua derajat Celsius terbukti secara nyata mengurangi kekuatan kontraksi lambung dan memengaruhi nafsu makan seseorang.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan agar tetap berfungsi optimal, masyarakat diimbau untuk segera menghentikan kebiasaan minum air es dalam jumlah banyak saat atau setelah makan.

Pilihan terbaik yang sangat dianjurkan oleh para ahli medis adalah mengonsumsi air dengan suhu ruang atau air yang hanya sedikit dingin.

Masyarakat juga disarankan untuk meminum air secara perlahan pada sela-sela waktu makan dan bukan meminumnya secara bersamaan dengan makanan.

Setiap orang wajib memiliki kesadaran tinggi untuk selalu mendengarkan sinyal alami yang diberikan oleh tubuhnya sendiri.

Dokter Jaydeep Patel menyarankan agar setiap orang yang sering merasakan ketidaknyamanan setelah minum air dingin untuk segera beralih ke air dengan suhu yang lebih hangat demi menjaga kebugaran tubuh.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button