Janganlah Shalat dengan Terburu-buru
“Barangsiapa membaca Al-Qur’an di dalam shalat dengan duduk, maka ia akan mendapatkan 50 kebaikan dalam setiap hurufnya. Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an di luar shalat dalam keadaan suci (berwudhu), maka ia akan mendapatkan 25 kebaikan dalam setiap hurufnya”
“Barangsiapa membaca Al-Qur’an di luar shalat dalam keadaan tidak suci, maka ia akan mendapatkan 10 kebaikan dalam setiap hurufnya”.
Betapa ruginya jika shalat tidak membaca ayat atau surat Al-Qur’an ba’da baca Al-Fatihah pada rakaat awal dan kedua. Pahalanya begitu menggiurkan !
Doa Iftitah
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dalam shalat walau hukumnya sunnah jangan kita tinggalkan. Rasulullah saw mengajarkan dan mengamalkan beberapa doa iftitah, ada yang langsung dari Rasul juga ada ‘sunnah taqririyyah’ tapi mendapat apresiasi Rasul.
Ustaz Abdul Somad dalam bukunya yang berjudul “99 Tanya Jawab Seputar Shalat” (hal 39-46) menukil ada sembilam doa iftitah yang diajarkan Rasul. Di antara doa iftitah itu antara lain:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin.” (HR. Bukhari 2/182, Muslim 2/98).
Doa ini adalah doa yang paling shahih di antara doa iftitah lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (2/183).
Ada doa iftitah ‘sunnah taqriyah’ yakni doa yang dibaca salah seorang sahabat Nabi saat shalat berjamaah tapi mendapat apresiasi Nabi. Ini iftitahnya :
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (HR. Muslim 2/99).
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a. ia berkata :
بينما نحن نصلي مع رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ إذ قال رجل من القوم :
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
فقال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
من القاءل كلمة كذا وكذا قال رجل من القوم انا يارسول الله قال :
” عجبت لها! فتحت لها أبواب السماء “. قال ابن عمر: فما تركتهن منذ سمعت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول ذلك
“Ketika kami shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ada seorang lelaki yang berdoa iiftitah: (lalu disebutkan doa di atas). Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lalu bersabda: “Siapa tadi yang mengucapkan demikian?” Dia menjawab: “Saya ya Rasulullah” maka Rasulullah bersabda: “Aku taajub, dibukakan baginya pintu-pintu langit’. Ibnu Umar pun berkata:’Aku tidak pernah meninggalkan doa ini sejak beliau berkata demikian’.”
Doa iftitah ini pendek tapi fadhilahnya begitu dahsyat, sampai Rasulullah takjub dan merekomendasinya. Untuk itu, saat shalat jangan sampai tidak baca doa iftitah walau pendek.





