IBADAH

Janganlah Shalat dengan Terburu-buru

Tasbih dalam Ruku’ dan Sujud

Imam Ahmad bin Hambal menyatakan dalam risalahnya, terdapat riwayat dari Imam al-Bashri bahwa ia berkata:

التسبيح التام سبع والوسط خمس
وادناه ثلا ث

“Tasbih yang sempurna itu tujuh, pertengahan itu lima dan yang paling sedikit itu tiga.”

Insyaallah jika ruku’ kita baca tasbih ” سبحان ربي العظيم tiga kali, sudah thuma’ninah; dan jika sujud baca tasbih : سبحان ربي الاعلى tiga kali insyaallah sudah thuma’ninah sebagai salah satu rukun dalam shalat.

Demikian juga bacaan-bacaan yang lain jangan sampai tak dibaca walau hukumnya sunnah seperti doa sebelum salam.

Apalagi bacaan yang wajib atau rukun seperti takbiratul ihram, Al-fatihah, tasyahud akhir, shalawat nabi saw, dan salam, ini harus benar dan tartil. Bacaannya harus sesuai qaidah tajwid, makhrajnya pun harus tepat.

Jika makhrajnya tidak tepat bisa mengubah makna. Seperti bacaan ‘ rabbil ‘alamiin’ -‘alamiin pakai ‘ain yang artinya ‘Tuhan semesta alam. Tapi kalau pakai hamzah artinya ‘Tuhan sumber penyakit’ , na’udzubillahi mindzalik.

Jangan Menjadi Pencuri Shalat

Rasulullah Saw pernah mengingatkan umatnya agar dalam shalat tidak ‘mencuri shalatnya’. Dalam Musnad Imam Ahmad dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda,

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari shalat?”. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya.” (HR. Ahmad).

Na’udzubillahi mindzalik, itulah pencuri dalam shalat. Mereka shalat, tapi saat ruku’ dan sujudnya tidak sempurna alias tidak thuma’ninah.

Padahal seorang mushalli (orang yang sedang shalat) itu sedang muwajjahah atau berkomunikasi langsung dengan Rabbnya. Tapi mengapa kok shalatnya terburu-buru, tidak khusyu’ dan tidak thuma’ninah?

Jika pencuri shalat itu adalah imam shalat, maka ini akan sangat berbahaya karena dapat ‘mengorbankan’ makmum yang ada dibelakangnya, sehingga para ma’mum ini juga shalatnya tidak sempurna. Karenanya, sebagai seorang imam shalat tidak cukup yang baik bacaannya saja tapi juga yang faqih dalam agama sehingga mengetahui esensi shalat termasuk paham makna bacaan dalam shalat.

Ada juga seseorang yang shalatnya jelek, oleh Rasul disuruh ngulang sampai tiga kali. Rasul saw bersabda:

ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

(Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya kamu tidak shalat)

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button