Kekuatan Silaturahmi
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus”
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani).”
Dua agama ini telah berlaku zalim kepada Nabi Muhammad saw. Mereka tidak mengakui kenabian Nabi Muhammad. Padahal banyak ahli sejarah dan orientalis sendiri menyatakan kehebatan Nabi. Tapi begitulah kedengkian, kesombongan dan juga ketakutan kehilangan jamaah/anak buah menjadikan mereka menolak Nabi.
Silaturahmi mereka putus pada Nabi Muhammad saw. Mereka bukan hanya tidak mengakui, bahkan kadang mencerca Nabi Muhammad dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. Karena bila kita mencermati sejarah manusia, tidak ada manusia di dunia ini yang lebih hebat dari Nabi Muhammad saw. Nabi itu teladan dalam pembentukan pribadi, pembentukan keluarga, pembentukan masyarakat dan juga pembentukan negara.
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sampai engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar.’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu datang kepadamu, maka tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. al Baqarah 120)
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقُذَّةِ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ. قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟
Dari Abu Sa‘id Al-Khudri r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai jika mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian pun akan mengikutinya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah (maksudnya) Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR Bukhari Muslim)
عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يوشِكُ أَنْ تَدَاعَىٰ عَلَيْكُمُ الأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَتَدَاعَىٰ الأَكَلَةُ إِلَىٰ قَصْعَتِهَا. قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ. قِيلَ: وَمَا الْوَهْنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ.
Dari Thawban r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dari berbagai penjuru akan saling memanggil untuk menyerang kalian sebagaimana orang-orang yang sedang makan saling berebut makanan di dalam satu piring.” Para sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak, bahkan kalian pada waktu itu banyak, tetapi kalian seperti buih di atas air bah. Dan Allah akan mencabut rasa segan (wibawa) dari hati musuh-musuh kalian terhadap kalian, dan Allah akan menanamkan wahn (kelemahan) dalam hati kalian.” Ditanyakan: “Apakah wahn itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud, Ahmad)
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






