RESONANSI

Kemerdekaan tanpa Kepercayaan

Kemerdekaan pada Akhirnya Adalah Soal Martabat

Para pendiri republik memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, melainkan sebagai jalan menuju kehidupan yang bermartabat. Mohammad Hatta melihat kemerdekaan sebagai persoalan kekuatan bangsa yang membutuhkan kepercayaan diri, kesadaran, persatuan, dan solidaritas.

Delapan puluh satu tahun kemudian, tantangan bangsa bergeser pada upaya memastikan kekuasaan tidak kehilangan alasan moral untuk dipercaya.

Sudah saatnya makna perayaan kemerdekaan diperluas. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat cara merebut kedaulatan, melainkan memastikan setiap warga negara merasa memiliki tempat yang adil di dalam negara.

Warga negara seharusnya tidak perlu memiliki koneksi untuk mendapatkan pelayanan, tidak perlu menjadi orang penting untuk memperoleh keadilan, dan tidak perlu takut menyampaikan kritik. Inilah bentuk kemerdekaan yang lebih substantif.

Menuju Satu Abad

Pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki usia satu abad kemerdekaan. Target menjadi negara maju melalui pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, transformasi digital, dan daya saing global tentu sangat penting.

Namun, ada satu modal dasar yang tidak boleh dilupakan, yaitu kepercayaan. Tanpa kepercayaan, kebijakan yang baik akan selalu dicurigai, kolaborasi sosial menjadi mahal, dan energi masyarakat terkuras untuk saling mencurigai.

Sebaliknya, ketika institusi bekerja secara adil, transparan, dan akuntabel, kepercayaan akan tumbuh melahirkan kerja sama dan modal sosial yang kuat.

Pada usia 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan utama kita bukan lagi seberapa banyak yang telah dibangun, melainkan seberapa banyak institusi yang telah berhasil dipercaya oleh rakyat. Negara tidak akan pernah benar-benar kuat jika warganya hanya patuh karena takut.

Kemerdekaan dahulu diperjuangkan agar bangsa ini bebas menentukan nasibnya sendiri. Setelah 81 tahun, kita harus memastikan bahwa kekuasaan mampu membangun institusi yang adil, transparan, kompeten, dan layak dipercaya.

Ukuran paling jujur dari kematangan sebuah republik bukanlah seberapa keras rakyat meneriakkan “merdeka”, melainkan seberapa tenang mereka dapat berkata: “Saya percaya negara ini bekerja untuk saya.” []

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button