Lawan Cuaca Panas, Ahli Kulit Tekankan Pentingnya Tabir Surya
Jakarta (SI Online) – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Hanny Nilasari mewajibkan penggunaan tabir surya guna melindungi kulit dari paparan ekstrem matahari.
Aplikasi produk pelindung tersebut sangat dianjurkan untuk diulang setiap dua jam sekali demi menjaga optimalitas perlindungan di tengah indeks ultraviolet yang tinggi.
“Pada kondisi UV Index yang tinggi, penggunaan sunscreen dianjurkan, yaitu untuk diulang setiap dua jam sekali agar perlindungan tetap optimal,” ujar Hanny Nilasari, Ahad (26/4/2026).
Individu dengan jenis kulit berminyak atau sensitif diingatkan untuk lebih waspada karena memiliki risiko peradangan yang jauh lebih tinggi.
Karakteristik kulit sensitif sering kali ditandai dengan pori-pori besar serta reaksi cepat terhadap bahan iritan yang memicu rasa gatal dan kemerahan.
Pemilihan produk perawatan yang tepat dan hati-hati menjadi kunci utama dalam menghindari iritasi akibat aktivitas kelenjar kulit yang berlebih.
Masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan kulit secara mandiri dengan memahami karakteristik unik dari setiap jenis kulit yang dimiliki.
Langkah perlindungan ini tetap menjadi prioritas meskipun seseorang harus beraktivitas di bawah paparan sinar matahari yang terik.
Perawatan dasar berupa pembersihan wajah secara rutin sebanyak dua hingga tiga kali sehari juga tidak boleh diabaikan demi menjaga kebersihan pori-pori.
Aktivitas berjemur atau kegiatan luar ruangan sebaiknya tidak dilakukan saat intensitas sinar ultraviolet mencapai puncaknya.
“Masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan diingatkan untuk menghindari paparan langsung di atas pukul 10.00 pagi,” tutur Hanny Nilasari.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesmuntok.org
Rentang waktu antara pukul 10.00 hingga 16.00 merupakan periode dengan risiko radiasi ultraviolet tertinggi yang dapat merusak kesehatan jaringan kulit.
Sumber: rri.co.id






