MASAJID

Masjid Islam dan Kaum Muslimin di Berbagai Zaman

Ketika Rasulullah ﷺ membangun kamar-kamar pribadinya di salah satu sudut masjid, tempat ini resmi menjadi pusat politik bagi seluruh jemaah. Di sudut itulah nabi sekaligus pemimpin mereka tinggal dan menetap sehari-hari.

Beliau kerap berkumpul bersama para sahabat di sana untuk bertukar pendapat mengenai kemalasan umat. Dari tempat ini pula, berbagai keputusan penting dan strategis dideklarasikan kepada seluruh masyarakat.

Di area ini, orang-orang berbondong-bondong datang karena ingin mengetahui kabar terbaru seputar perkembangan komunitas mereka. Kedatangan mereka juga bertujuan untuk menerima petunjuk dan instruksi langsung dari Rasulullah ﷺ yang mulia.

Keberadaan masjid ini menandai hari lahirnya komunitas Islam sekaligus tonggak awal berdirinya sebuah negara. Tempat suci ini juga bertindak sebagai mata air bagi lahirnya peradaban Islam di berbagai bidang ilmu.

Di tempat ini, kaum muslimin selalu mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’anul Karim yang paling baru diwahyukan kepada nabi mereka. Di sini pula mereka berkumpul bersama para ahli ilmu untuk mencari solusi atas urusan agama dan dunia.

Sebagaimana seseorang tidak akan bisa membayangkan adanya agama Islam tanpa keberadaan pemeluknya, hal yang sama juga berlaku bagi komunitas. Suatu komunitas masyarakat Islam tidak akan mungkin dapat berdiri tegak tanpa adanya keberadaan masjid.

Oleh karena itu, perkara pertama yang menjadi fokus para pejuang muslim setelah menyelesaikan pembebasan militer adalah membangun masjid jami. Pembangunan masjid jami di suatu wilayah baru menandakan perluasan jangkauan komunitas Islam ke negeri tersebut.

Hal ini juga menjadi simbol resmi bahwa wilayah tersebut telah berintegrasi ke dalam bagian negara Islam. Pada masa sekarang, ketika suatu bangsa memenangkan peperangan, mereka akan mengibarkan bendera di atas ibu kota sebagai bukti kemenangan.

Namun, kaum muslimin menetapkan tradisi yang berbeda dengan langsung membangun sebuah masjid jami begitu membebaskan suatu negeri. Melalui pembangunan ini, mereka memaklumkan bahwa negeri tersebut telah menjadi bagian dari wilayah Islam.

Langkah ini juga menegaskan status wilayah tersebut sebagai pusat kegiatan komunitas yang baru. Lebih dari itu, pendirian masjid adalah demi menyuarakan kemenangan agama Allah, bukan kemenangan para penakluk atas yang ditaklukkan.

Masjid sejak dahulu kala hingga masa sekarang ini tetap memegang fungsi krusial sebagai pusat komunikasi antar-anggota komunitas muslim global. Di dalam masjid-masjid inilah, para perantau yang jauh dari kampung halaman dapat saling bertemu.

Mereka berkumpul di tempat suci ini untuk saling mengenal dan mendekatkan diri satu sama lain. Melalui interaksi tersebut, muncul kesadaran kolektif bahwa mereka adalah bagian dari satu umat yang sama, yaitu umat Islam.

Berkat adanya fungsi sosial masjid ini, seorang muslim tidak akan pernah merasa asing saat mendatangi negeri Islam lainnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button