MASAJID

Masjid Islam dan Kaum Muslimin di Berbagai Zaman

Masjid Rasulullah ﷺ di Madinah merupakan induk atau rujukan utama bagi pembangunan seluruh masjid di dunia. Berdasarkan cetak biru sistem inilah, masjid-masjid jami pertama mulai didirikan di ibu kota wilayah-wilayah taklukan Islam.

Salah satu yang paling utama adalah Masjid Basrah yang dibangun oleh Utbah bin Ghazwan pada tahun 14 Hijriyah atau 635 Masehi. Pada awal pendiriannya, bangunan ini belum memiliki dinding dan hanya dikelilingi oleh parit pembatas.

Berikutnya adalah Masjid Kufah yang diprakarsai oleh sahabat Saad bin Abi Waqqas pada tahun 17 Hijriyah atau 638 Masehi. Berbeda dengan Basrah, struktur bangunan masjid di Kufah ini sudah dikelilingi oleh dinding tembok.

Masjid jami ketiga yang bernilai sejarah tinggi adalah Masjid Amru bin Ash di wilayah Fusthat pada tahun 21 Hijriyah atau 642 Masehi. Bangunan bersejarah ini tercatat telah mengalami perluasan dan rekonstruksi total sebanyak 16 kali.

Masjid jami keempat adalah Masjid Uqbah bin Nafi yang terletak di kota Kairouan. Panglima besar ini membangun masjid tersebut dalam rentang waktu antara tahun 50 sampai 55 Hijriyah, atau sekitar tahun 670 hingga 675 Masehi.

Masjid jami kelima yang tidak kalah penting adalah Masjidil Aqsa yang terletak di kota suci Yerusalem. Sejarah pembangunannya bermula sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab.

Struktur bangunan ini kemudian dibangun kembali oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 65 Hijriyah atau 658 Masehi. Proses penyempurnaan bangunannya dilanjutkan oleh Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 87 Hijriyah atau 706 Masehi.

Masjid pada hakikatnya merupakan pusat utama bagi pergerakan dakwah Islam. Oleh sebab itu, umat Islam wajib mengupayakan pembangunan masjid di wilayah-wilayah yang ingin diperkuat pilar Islamnya.

Upaya ini juga penting dilakukan untuk memperluas jangkauan penyebaran dakwah, terutama di daerah-daerah perbatasan luar. Langkah ini krusial karena dunia Islam saat ini sedang terseret ke dalam medan pertempuran pemikiran yang tak terhindarkan.

Masjid-masjid inilah yang bertindak sebagai benteng pertahanan paling kokoh bagi umat dalam menghadapi serangan tersebut. Terlebih lagi, pertempuran ideologi ini sering kali berkecamuk di wilayah perbatasan, bukan di zona internal.

Kita wajib menghadapi tantangan zaman ini dengan keberanian besar sebagaimana Islam selalu memenangkan pertempuran sejarahnya. Senjata utama kita di dalam menghadapi pertempuran modern ini adalah memakmurkan masjid, dan masjid harus selalu menjadi prioritas utama.[]

Sumber: Al-Masajid, karya: Dr. Hussein Mounis — (Dengan Adaptasi)

Laman sebelumnya 1 2 3
BACA JUGA
Close
Back to top button