MBG atau MBG Halal Berkah?
Saat ini, sejak MBG berjalan, banyak kritik berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan secara riil dan aktual yang datang dari sebagian masyarakat sebagai sumbangan untuk motivasi perbaikan ke depan dalam pengelolaan MBG.
Sebagai kritik untuk membangun pengelolaan MBG ke depan yang lebih baik, ada yang mengatakan: “Dari sisa sepuluh ribu pun masih tetap dikorupsi juga.”
Ada pula kritik lain yang sangat menusuk hati: “MBG itu bukan sedekah. Itu dibeli pakai uang pajak. Pakai keringat rakyat. Harusnya uang yang besar untuk MBG itu menjamin kesejahteraan rakyat yang membutuhkan, bukan untuk dikorupsi.”
Kritik dianggap serangan. Padahal kritik diperlukan untuk membangun.
Kesimpulan
Umat Islam yang ingin sukses dunia akhirat wajib menjaga diri dari segala hal yang haram dan syubhat. Usahakan secara maksimal dalam mencari rezeki yang halal dan bergizi agar menjadi mukmin muttaqin yang kuat dan sehat.
Kita harus selalu berupaya mencari makanan yang halal dan bergizi agar sehat dan kuat lahir-batin serta terjaga dari hal-hal yang akan merusaknya. Jagalah kesehatan ruhani dan jasmani dengan makanan halal dan gizi yang cukup.
Dari beberapa keterangan di atas, baik dari ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, saran dan kritik publik, maupun pengalaman pahit pengelolaan program MBG, semuanya bisa dijadikan pelajaran sehingga permasalahan yang sama tidak terulang kembali.
Semoga Allah Swt. senantiasa memberi kesehatan lahir dan batin. Ya Allah, berikanlah taufik dan hidayah kepada kami dan kepada para pemimpin kami. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhai. Amin. Wallahu a’lam bish-shawab.[]
KH Badruddin H. Subky, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz & Tafsir Al-Badar Kota Bogor, Jawa Barat






