NUIM HIDAYAT

Memperbaiki Negara, dengan Pendidikan atau Politik?

Pendidikan bukan hanya di kelas saja
Bukan hanya di sekolah S1 S2 S3
Pendidikan adalah proses perbaikan diri seumur hidup di mana saja
Apa gunanya S3 kalau ngomong bagus saja tidak bisa
Karya tulis bagus juga tidak punya

Pendidikan Islam tidak mementingkan nilai di atas kertas ya
Boleh jadi murid nilainya jelek satu Pelajaran ya
Tapi nilainya bagus di Pelajaran lainnya
Maka pendidikan tidak boleh meremehkan murid siapapun dia

Allah telah memberi keistimewaan pada tiap manusia
Sebagaimana Allah beri keistimewaan pada berbagai hewan di dunia
Maka seorang murid bila nilainya buruk untuk satu Pelajaran, jangan Hardik dia
Tetap berilah pujian, dorongan bahwa ia anak istimewa

Motivasi adalah kata kunci untuk keberhasilan pendidikan negara
Mau dikemanakan negara tercinta
Mau dijadikan negara maju ha ha ha
Mau contoh Amerika dan China yang hebat ha ha ha

Begitulah pemimpin yang tidak mendalam ilmunya
Amerika maju ilmu dan teknologinya
Tapi rusak bahkan bejat moralnya
Rusak akhlak para pemimpinnya
Menjadikannya idola, adalah menunjukkan ‘rendahnya akal si dia’

China juga tidak jauh beda dengan Amerika
Ilmu dan teknologinya dipuja-puja
China adalah bangsa yang tidak mengenal Tuhannya
Sehingga uang uang uang yang difikirkannya
Hal-hal yang fisik saja yang dikeahuinya
Maka dalam sejarah dunia, ratusan juta orang dibantai oleh pasukan-pasukan China
Kini masyarakat Xinjiang juga menderita karena partai komunis berkuasa

Alhamdulillah saya tidak jadi pergi ke China
Padahal waktu itu almarhum Hartono Mardjono ingin mengajak saya
Kalau saya ke sana mungkin saya akan tertipu juga oleh kemajuan mereka

Ideologi komunis China adalah ideologi yang berbahaya bagi umat manusia
Manusia komunis, manusia yang tidak mengenal Tuhannya
Ia ‘menyembah dirinya’, menyembah hawa nafsunya
Nabinya adalah Karl Marx, Lenin, Hegel dan sebagainya

Bagi komunis, dunia dan kekuasaan adalah segalanya
Nikmat tertinggi adalah ‘nikmat kuasa‘
Dengan kuasa, maka seks, harta, tepuk tangan, anak buah, tentara di tangan semua
Mereka menggunakan segala cara agar bisa kuasa

Ingat tragedi 30 September 1965
Ketika nafsu kuasa di atas ubun-ubunnya
Tujuh perwira dibantai dengan kejam luar biasa
Alhamdulillah Jendral Nasution diselamatkan Allah dengan kuasaNya
Nasution adalah musuh Soekarno dan PKI bersama
Ia tidak mau diajak ‘maksiyat’ oleh para punggawa istana

Tahun 1948 mereka lebih biadab lagi perilakunya
Pejabat, kiai dan santri dibantai dengan kejamnya
Ada yang digergaji, diclurit atau dihantam dengan palu kepalanya
Musso merasa dirinya Nabi (Musa) melakukan pemberontakan dengan senjata
Ia seperti Aidit, berideologi komunis berguru di Rusia atau China

Hanya orang yang ‘bodoh‘ yang mengarahkan pendidikan ke Barat dan China
Mereka adalah negara yang tidak kenal Tuhan dalam pembangunan negaranya
Sehingga krisis terus melanda mereka : krisis moral/akhlak, krisis keadilan ekonomi dan lainnya
Alhamdulillah kita negara ber Tuhan yang lebih hebat dari mereka

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button