Menarik, Sikap Amien Rais dan Habib Rizieq terhadap Presiden Prabowo
Sebaliknya, Prabowo memiliki pengetahuan yang luas tentang pertarungan ideologi dunia, perang, dan sejarah. Maka tidak heran jika Prabowo mampu berbicara hingga berjam-jam dalam berbagai forum.
Prabowo memahami karakter pemimpin-pemimpin dunia, termasuk presiden Amerika Serikat yang demokratis maupun yang Islamofobia. Namun sayangnya, Prabowo dinilai lemah dalam hal manajemen yang mendetail.
Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh pengalamannya di militer yang tidak terbiasa dengan budaya demokratis, seperti debat atau diskusi yang tajam. Akibatnya, Prabowo mudah terbawa perasaan (baperan) dan marah saat dikritik.
Karena pengetahuannya yang luas tentang ideologi dunia tersebut, ia tidak menjadikan antiradikalisme sebagai program utama. Prabowo justru mencanangkan delapan misi yang disebut Asta Cita dalam pemerintahannya, yaitu:
- Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
- Memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
- Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.
- Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
- Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
- Membantu dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
- Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
- Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Walhasil, Prabowo tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang jelas, Prabowo tidak melakukan deislamisasi dan dehabibisasi sebagaimana yang terjadi pada masa Jokowi.
Oleh karena itu, jangan heran jika Amien Rais dan Habib Rizieq tidak ingin Prabowo diturunkan di tengah jalan, berbeda dengan tuntutan sebagian mahasiswa dan beberapa tokoh di negeri ini. Wallahu ‘azizun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






