OASE

Mendoakan Koruptor

Sebab, iman laksana benteng kokoh yang menjaga manusia dari segala bentuk kemaksiatan dan kezaliman, sebagaimana disabdakan dalam hadits berikut:

“Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda: ‘Tidak akan berzina seorang pezina di waktu berzina jika ia sedang beriman, dan tidak akan meminum khamr di waktu meminumnya jika ia sedang beriman, dan tidak akan mencuri seorang pencuri di waktu mencuri jika ia sedang beriman’. Dalam riwayat lain: ‘Dan tidak akan merampas rampasan yang berharga sehingga orang-orang membelalakkan mata kepadanya, ketika merampas jika ia sedang beriman’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Insyaallah, jika keimanan seseorang masih melekat kuat dan tidak luntur, ia tidak akan pernah berniat melakukan maksiat serta tindakan zalim. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, jika iman telah menipis dan luntur, manusia akan sangat rentan terjebak ke dalam kemaksiatan, termasuk korupsi.

Iman secara hakiki berarti percaya dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa apa yang disampaikan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya adalah sebuah kebenaran mutlak. Hal itu mencakup kepercayaan dengan keyakinan yang mantap bahwa ancaman azab neraka bagi para koruptor adalah nyata di akhirat kelak.

Membudayanya praktik korupsi di negeri ini sejatinya tidak dapat dipisahkan dari keroposnya keimanan sebagian masyarakat terhadap ancaman azab neraka. Padahal, ancaman siksa yang sangat pedih tersebut telah termaktub secara jelas di dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi.

Antara lain, Allah Swt. menegaskan dalam surah At-Taubah ayat 81 yang berbunyi: “…Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Api neraka Jahanam lebih panas.’ Seandainya saja selama ini mereka memahami.” (QS. At-Taubah: 81)

Begitu pula di dalam surah An-Nisa ayat 56, jalannya siksaan bagi pelaku dosa besar dijelaskan dengan sangat mengerikan:

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. An-Nisa: 56)

Selain bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, kedahsyatan siksa neraka juga digambarkan secara gamblang di dalam sabda Nabi Muhammad saw. Terkait hal mendasar ini, sahabat Abu Said Al-Khudri r.a. telah meriwayatkan sebuah hadits shahih sebagai berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَنْتَعِلُ بِنَعْلَيْنِ مِنْ نَارٍ ، يَغْلِي دِمَاغُهُ مِنْ حَرَارَةِ نَعْلَيْهِ

Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh siksaan yang paling ringan bagi penduduk neraka adalah ia memakai sandal dari api yang dapat mendidihkan otaknya karena panasnya kedua sandalnya.” (HR. Muslim)

Jika kita sebagai umat beriman benar-benar bersimpuh memohon kepada Allah Swt. dengan khusyuk dan penuh keyakinan, insyaallah doa tersebut akan dikabulkan. Amin ya Rabbal alamin. Nashrun minallahi wa fathun qariib.[]

Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button