OASE

Mendoakan Koruptor

Melalui ayat ini, Allah Swt. secara tegas melarang segala tindakan memperkaya diri sendiri dengan cara yang haram, termasuk praktik korupsi yang merugikan kemaslahatan publik. Inilah esensi doa agar kita semua dapat terhindar dari praktik korupsi yang merusak tatanan bangsa.

Doa untuk para koruptor dipanjatkan agar mereka segera mengetuk pintu hidayah, menyadari penderitaan rakyat, dan bersegera melakukan taubat nasuha. Umat Islam juga sangat dianjurkan untuk berdoa agar bangsa Indonesia dibebaskan dari cengkeraman para pelaku kezaliman.

Berikut adalah lafal doa yang dapat dipanjatkan, yang bersumber dari berbagai referensi doa kebaikan dan ikhtiar antikorupsi:

Doa Memohon Hidayah dan Tobat bagi Koruptor: “Ya Allah, berikanlah hidayah kepada para koruptor. Bukakanlah pintu hati mereka agar menyadari bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah kezaliman yang merugikan rakyat dan negara. Sadarkanlah mereka untuk bertaubat, mengembalikan hak-hak yang telah diambil, dan memohon ampun kepada-Mu.”

Doa Memohon Perlindungan Bangsa dari Kezaliman: “Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, selamatkanlah bangsa kami dari segala macam bentuk praktik korupsi dan penguasa yang zalim. Anugerahkanlah sifat amanah dan rasa cukup kepada para pemimpin kami, serta jauhkanlah mereka dari sifat serakah. Berikanlah kekuatan kepada para penegak hukum untuk memberantas kejahatan ini demi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.”

Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. agar kita senantiasa tercukupi dengan rezeki yang halal sehingga terhindar dari perilaku korupsi:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan anugerah-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Selain doa di atas, berikut ini adalah bait doa bernada kritik yang pernah menggema di KPK untuk para koruptor:

“Negeri kami negeri pencoleng dan penipu, negeri penuh dengan penyogok dan koruptor, penuh fitnah dan kotor. Ya Allah ya Tuhan kami, kini mobil, tanah, deposito, dinasti, kepangkatan, politik, dan kekuasaan disembah-sembah bagai Tuhan, dominasi materi menggantikan Tuhan. Ya Allah ya Tuhan kami, jangan kiranya biarkan bangsa kami didominasi oleh para koruptor yang ingin menggeser kekuasaan di Kau, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Ya Tuhan kami.”

Lantunan doa berbentuk puisi tersebut diucapkan dengan penuh khidmat oleh budayawan Taufiq Ismail dalam acara peletakan batu pertama gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (detiknews, 10/12/2013).

Mantapkan Iman!

Di samping untaian doa yang dipanjatkan kepada Allah Swt., upaya batiniah ini juga harus dibarengi dengan pemantapan iman yang kokoh. Faktor dominan yang menyebabkan para oknum pejabat tega melakukan korupsi adalah akibat rapuh dan lemahnya fondasi keimanan di dalam dada.

Ketika iman seseorang telah luntur, ia akan kehilangan kendali moral dalam menjalankan amanah kekuasaannya. Selama di dalam jiwa seorang hamba tertanam iman yang kokoh, insyaallah ia tidak akan terjerumus ke dalam kubangan korupsi.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button