OPINI

Mengapa Arab Saudi Pegang Kunci Berdirinya Negara Palestina?

Mengapa Saudi Tidak Bisa Mengakui Israel tanpa Negara Palestina

Posisi Saudi bertumpu pada tiga fondasi yang saling menguatkan: politik, agama, dan ekonomi.

Raja Saudi bukan hanya kepala negara, melainkan juga Penjaga Dua Masjid Suci (Custodian of the Two Holy Mosques), sebuah tanggung jawab yang memberinya otoritas keagamaan di seluruh dunia Islam.

Karena itu, setiap keputusan untuk mengakui Israel memerlukan bukan hanya persetujuan politik, melainkan juga legitimasi keagamaan yang luas.

Legitimasi semacam itu tidak mungkin dibangun hanya berdasarkan janji akan adanya perundingan di masa depan. Yang dibutuhkan adalah berdirinya negara Palestina yang benar-benar berdaulat.

Pengaruh Arab Saudi juga diperkuat oleh kekuatan ekonominya. Kerajaan ini merupakan ekonomi terbesar di dunia Arab, menghasilkan sekitar sepertiga dari total produk ekonomi negara-negara Arab.

Arab Saudi juga merupakan satu-satunya anggota G20 dari kawasan Arab, salah satu negara adidaya energi dunia, eksportir minyak mentah terbesar di dunia, sekaligus mesin utama pertumbuhan ekonomi Timur Tengah.

Jika kekuatan ekonomi ini dipadukan dengan kedudukan religiusnya, setiap keputusan Arab Saudi akan memiliki dampak yang jauh melampaui hubungan bilateral dengan Israel.

Dampaknya terhadap Negara-Negara Arab

Konsekuensi dari keputusan Saudi tidak hanya berlaku bagi kerajaan itu sendiri. Beberapa negara Arab penting seperti Lebanon, Suriah, Irak, dan Aljazair hingga kini belum mengakui Israel. Memang, keputusan masing-masing negara merupakan hak kedaulatan mereka.

Namun, bila Arab Saudi mencapai kesepakatan damai dengan Israel yang didasarkan pada berdirinya negara Palestina, lingkungan politik tempat negara-negara tersebut mengambil keputusan akan berubah secara fundamental.

Lebanon menjadi contoh yang jelas dalam hal ini. Washington saat ini mendorong Beirut menuju hubungan resmi dengan Israel sebagai bagian dari upaya menstabilkan perbatasan Israel-Lebanon.

Namun, biaya politik domestik dari keputusan tersebut akan sangat berbeda jika diambil setelah adanya penyelesaian yang didukung Arab Saudi dan didasarkan pada berdirinya negara Palestina, dibandingkan jika dilakukan sebelumnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button