RESONANSI

Menjadi Muslim Sejati

Dalam ayat ini Allah SWT mendahulukan perintah untuk mengenal-Nya, mengetahui dan meyakini keesaan-Nya, daripada beristighfar memohon ampun kepada-Nya. Ini dikarenakan pengetahuan tentang Allah SwT merupakan dasar yang paling utama dari agama Islam. Sesuatu yang sifatnya dasar sudah semestinya untuk diutamakan. Selain itu, tidak mungkin seorang menaati Tuhan dan beribadah kepada-Nya jika dia belum meyakini dan mengetahui keberadaan-Nya. Pentingnya pengetahuan tentang Allah SwT ini menunjukkan bahwa untuk menjadi seorang muslim sejati diperlukan pengetahuan kemudian diikuti dengan amal perbuatan. Dan inilah yang juga diteladankan Nabi Ibrahim AS dalam salah satu doanya:

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu (pengetahuan) dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. (Asy-Syuara [26]: 83)

Nabi Ibrahim AS dalam doanya memohon agar diberi pengetahuan terlebih dahulu. setelah itu memohon agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang shaleh. Nabi Ibrahim AS dilahirkan dari keluarga penyembah berhala, namun dengan kecerdasan akal dan pengetahuannya dia menyembah Allah SWT, menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Maka Allah pun menjadikan beliau sebagai imam bagi seluruh umat.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.” Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah [2]: 124)

Dari sini jelaslah bahwa untuk menjadi muslim sejati, hal yang paling penting adalah pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang Islam.

Seorang muslim dewasa maupun anak-anak, harus mengetahui apa makna menjadi muslim, perbuatan apa yan harus dilakukan untuk menjadi muslim sejati, apa tanggung jawab yang diembannya, dan apa batasan-batasan yang diberikan Islam yang mengkarakteristikkan seorang tetap disebut sebagai seorang muslim dan apa yang mencirikhaskan seseorang bukan seorang muslim.[]

Suko Wahyudi, Aktivis Masjid Timuran, Kota Yogyakarta.

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button