SYARIAH

Menjaga Amanah Tubuh, Menakar Mudarat Merokok Perspektif Syariat

Mengapa Merokok Menimbulkan Rasa Tenang?

Sebagian orang sering kali berdalih dan menganggap bahwa rokok dapat membantu mereka menjadi lebih tenang, nyaman, atau fokus. Secara ilmiah, sensasi relaksasi tersebut sebenarnya berkaitan erat dengan mekanisme manipulatif zat adiktif nikotin di dalam otak.

Alur zat kimia ini bermula saat nikotin diserap paru-paru, masuk ke aliran darah, lalu menembus sistem saraf otak untuk memicu pelepasan hormon dopamin. Lonjakan hormon inilah yang kemudian menghadirkan persepsi rasa nyaman serta ketenangan semu untuk sementara waktu.

Namun, paparan nikotin yang terjadi secara berulang akan memaksa organ otak beradaptasi hingga membentuk ketergantungan yang kuat. Akibatnya, rasa tenang pascamerokok muncul bukan karena tubuh mendapat nutrisi baru, melainkan karena gejala putus nikotin (nicotine withdrawal) mereda sejenak.

Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa sebatang rokok sama sekali tidak pernah menciptakan ketenangan yang bersifat alami. Gulungan tembakau tersebut hanyalah alat instan untuk meredakan rasa gelisah yang justru diciptakan oleh efek ketergantungan zat itu sendiri.

Allah Menciptakan Cara-Cara Alami untuk Mendapatkan Ketenangan

Manusia pada hakikatnya tidak membutuhkan zat adiktif yang merusak untuk memperoleh rasa nyaman, tenteram, dan bahagia. Tubuh manusia telah dirancang secara sempurna oleh Sang Pencipta untuk memproduksi hormon kebahagiaannya sendiri melalui aktivitas yang positif.

Aktivitas fisik seperti olahraga, tidur yang cukup, interaksi sosial yang sehat, serta penuntasan tugas harian terbukti mampu merangsang pelepasan dopamin alami. Gaya hidup yang bersih ini jauh lebih aman, berkah, dan menyehatkan bagi metabolisme tubuh jangka panjang.

Lebih dari itu, Islam telah memfasilitasi umatnya dengan berbagai aktivitas ruhiyah yang sangat efektif dalam memberikan ketenangan jiwa yang mendalam. Kebahagiaan spiritual tersebut dapat diraih melalui ibadah shalat, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta senantiasa mengingat keagungan Allah Swt.

Allah Swt. berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)

Ketenangan yang hakiki dan bernilai pahala bukanlah ketenangan palsu yang bergantung pada pasokan zat kimia beracun. Ketenangan sejati hanya akan bersumber dari fitrah kesucian jiwa manusia serta kedekatan hubungan spiritualnya kepada Allah Swt.

Bagaimana dengan Kopi?

Kopi mengandung senyawa kafein yang memiliki fungsi biologis untuk meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan fokus bagi para penikmatnya. Namun, sangat berbeda dengan karakteristik rokok, peningkatan dopamin akibat kopi relatif lebih ringan sehingga risiko ketergantungannya sangat rendah.

Selama dikonsumsi dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan, kopi pada hukum asalnya termasuk ke dalam perkara yang mubah. Pemanfaatan minuman ini diperbolehkan dalam syariat sepanjang tidak mendatangkan penyakit atau dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button