OPINI

Menyehatkan Negeri, Menegakkan Martabat

Negara yang hadir secara efektif adalah negara yang membangun sistem pembiayaan dan tata kelola yang efisien, transparan, dengan data yang terintegrasi — agar dana publik benar-benar kembali ke rakyat.

Membangun Budaya Sehat

Lebih dari segala program dan fasilitas, inti dari kesehatan adalah budaya. Negara bisa membangun rumah sakit tercanggih, tetapi jika masyarakat tetap abai pada pola hidup, maka potensi tersebut terbuang. Pendidikan kesehatan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum sejak SD hingga perguruan tinggi, agar anak-anak sejak dini memahami bahwa tubuh mereka adalah investasi kehidupan, bukan beban.

Keterlibatan masyarakat sipil, media, akademisi, dan pemerintah daerah menjadi kunci. Kesehatan publik bukan hanya urusan dokter dan Kemenkes, tetapi urusan seluruh warga negara. Kolaborasi lintas sektor — dari pendidikan, lingkungan hidup, pertanian, hingga perumahan — harus berjalan sejajar.

Negara Sehat, Bangsa Kuat

Hari Kesehatan Nasional bukanlah sekadar seremoni atau hari jalan santai. Ia adalah momen refleksi: sejauh mana negara menepati janji konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Negara yang sehat bukanlah yang memiliki banyak rumah sakit megah, melainkan yang rakyatnya jarang butuh berobat. Dan masyarakat yang sehat bukanlah yang kuat menahan sakit, tetapi yang hidup dalam sistem sosial dan lingkungan yang menjamin kesehatannya — sejak udara yang dihirup, air yang diminum, hingga kebijakan yang menafkahi kehidupannya.

Mari menjadikan setiap 12 November bukan hanya tanggal untuk liputan headline, tapi untuk memperkuat hak dasar hidup sehat sebagai bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan dan kemajuan bangsa.[]

*Muhibbullah Azfa Manik, Dosen di Padang, Sumatera Barat.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button