OASE

Meraih Syafaat Al-Qur’an

Hadis tersebut dikuatkan lagi dengan sabda Rasulullah berikut:

حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِصَاحِبِهِ. رواه ابو عوانه

Abu Umamah Al-Bahili meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Abu Awanah)

Berdasarkan hadits di atas, bahwa Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada ‘ahli Al-Qur’an. Bahkan Imam Ghazali menyebutkan adanya satu hadis yang menyatakan bahwa syafaat Al-Qur’an itu lebih tinggi derajatnya dari syafaat Nabi Muhammad dan malaikat sekalipun.

Kenapa? Karena Malaikat itu makhluk nabi Muhammad ﷺ juga makhluk. Sementara Al-Qur’an adalah kalamullah. Yaitu firman Allah. Maka jika kalamullah lebih tinggi kedudukannya dalam memberi syafaat dari makhluk masuk di nalar.

Ini bulan ramadhan. Bulan Al-Qur’an. Di bulan Ramdhan lah Al-Qur’an diturunkan. Karena itu memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi sangat penting. Dulu Rasulullah ﷺ selalu tadarus Al-Qur’an dengan malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadhan. Ini teks hadisnya:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: كان رسولُ الله ﷺ أجودَ الناس، وكان أجودَ ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، فيدارسه القرآن كلَّ ليلة؛ فلرسولُ الله ﷺ أجودُ بالخير من الريح المرسلة.رواه البخاري

“Dari Ibnu Abbas tadhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: adalah Rasulullah ﷺ paling dermawannya manusia. Apalagi ketika ditemui Jibril bertadarus Al-Qur’an dengan nabi setiap malam bulan Ramadhan, Rasul lebih dermawan dengan kebaikan dari pada angin yang bertiup”. (HR. Al-Bukhari).

Masyaallah, setiap malam di bulan Ramadhan nabi dan malaikat jibril saling simaan atau tadarus Al-Qur’an.Di malam-malam ini Rasulullah sangat dermawan dengan kebaikan.

Karenanya kita umat Muslim harus meneladani untuk membaca dan tadarus Al-Qur’an.

Banyak hadis yang menunjukkan keutamaan baca Al-Qur’an. Setiap huruf Al-Qur’an yang kita baca berbuah kebaikan berlipat sepuluh apalagi di bulan suci ini.

Imam Malik selalu menutup majelis ilmuya di bulan Ramadhan. Padahal majelis ilmu itu sangat mulia. Tetapi tetap tidak semulia membaca alqur’an. Yang lebih top, walaupun imam Malik itu hafal Al-Qur’an tetapi ketika bulan Ramadhan beliau membacanya pakai mushaf. Karena interaksi dengan mushaf itu jauh lebih baik daripada hafalan.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button