OASE

Meraih Syafaat Al-Qur’an

Bulan ini kita di bulan Ramadhan.Bulan penuh berkah. Banyak amaliyah yang dianjurkan untuk kita kerjakan, salah satunya adalah membaca dan mentadabburi ayat suci Al-Qur’an.

Banyak nash hadis yang menerangkan keutamaan membaca Al-Qur’an, salah satunya bahwa syafaat Al-Qur’an itu derajatnya lebih tinggi dari nabi, malaikat dan lainnya. Ini dalilnya:

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ شَفِيعٍ أَفْضَلُ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الْقُرْآنِ، لَا نَبِيٌّ وَلَا مَلَكٌ وَلَا غَيْرُهُ.”

“Tidak ada pemberi syafaat yang memiliki kedudukan lebih tinggi di sisi Allah ta’ala melebihi Al-Qur’an, baik itu nabi, malaikat, maupun yang lainnya.”

Hadits ini bersumber dari kitab Ihya Ulumuddin karya imam Ghazali bab membaca Al-Qur’an.

Al ‘Iraqi memberi komentar tentang hadis tersebut sebagai berikut:

قَالَ العِرَاقِيُّ: رَوَاهُ عَبْدُ المَلِكِ بْنُ حَبِيبٍ مِنْ رِوَايَةِ سَعِيدِ بْنِ سُلَيْمٍ مُرْسَلًا، وَلِلطَّبَرَانِيِّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ.

Al-‘Iraqi berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abdul Malik bin Habib dari riwayat Sa’id bin Sulaim secara mursal, dan oleh At-Tabarani dari hadis Ibnu Mas’ud.”

Di hari kiamat semua makhluk memikirkan nasib diri masing-masing, semua menghadapi hisab amal masing-masing. Apakah amal shalihnya cukup sebagai bekal keselamatan menuju surga atau justru berkurang dibandingkan dengan amal buruknya.

Disitulah syafaat sangat dibutuhkan manusia agar nasibnya selamat. Saat itu tidak ada yang dapat memberikan syafaat kecuali atas izin Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu Al-Qur’an Kalamullah menghadap Allah Ta’ala untuk memberi syafaat kepada ‘ahli Al-Qur’an’ sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ.

وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ رواه احمد

Dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Rabbku, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa’at untuknya.’ Dan Al-Qur’an berkata: ‘Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at untuknya.’ Beliau bersabda: Maka keduanya pun diberi izin untuk memberi syafaat. (HR. Ahmad)

Al-Qur’an itu bacaan, bukan mushafnya. Sesuatu yang non fisik nanti di akherat akan menjadi fisik. Sehingga bisa bicara layaknya manusia. Maka kesempatan itu dipakai untuk membela orang-orang yang meluangkan diri untuk membaca Al-Qur’an.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button