Pakta Makkah: Pergeseran Geopolitik Umat Islam
Selain itu, pakta ini berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan regional secara fundamental. Bergabungnya Turki ke dalam sistem kerja sama Saudi-Pakistan membentuk poros militer yang sangat diperhitungkan.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Mesir juga diperkirakan akan bergabung pada tahap berikutnya. Jika Mesir bergabung, blok kekuatan ini akan membentang dari Afrika Utara hingga Asia Selatan.
Meskipun demikian, pakta ini menghadirkan dilema antara retorika pertahanan dan persepsi provokasi. Kendati dinyatakan bersifat defensif, Teheran dan sekutunya dapat membaca pakta ini sebagai langkah pengepungan.
Teori aliansi mengingatkan bahwa setiap ikatan selalu mengandung janji sekaligus risiko. Tantangan utamanya adalah mencegah agar langkah stabilitas ini tidak memicu eskalasi yang tidak diinginkan.
Terlepas dari dinamika di baliknya, Pakta Pertahanan Makkah merupakan tonggak babak baru persatuan strategis umat Islam global. Dunia Islam kini memiliki suara dan tamengnya sendiri untuk membentuk ulang geopolitik masa depan.[]






