Pendidikan Minus Adab: Ilmu Melimpah tapi Kehilangan Berkah
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kualitas seseorang tidak hanya diukur dari banyaknya pengetahuan. Nilai sejati manusia dilihat dari akhlaknya dalam mengamalkan ilmu tersebut.
Oleh karena itu, para ulama terdahulu selalu memprioritaskan pembentukan adab sebelum pendalaman ilmu dilakukan.
Tantangan berikutnya yang tidak kalah berat adalah bergesernya orientasi dalam mencari ilmu. Sebagian orang mengejar gelar akademis, popularitas, atau keuntungan duniawi, bukan untuk memperoleh rida Allah Swt. dan memberikan manfaat bagi umat.
Ibnu Jama’ah mengingatkan bahwa keutamaan ilmu dan ulama hanya berlaku bagi mereka yang beramal, bertakwa, and mengharap keridaan Allah Swt. Keutamaan itu bukan bagi orang yang menjadikan ilmu sebagai sarana meraih kedudukan atau harta semata.
Di sisi lain, guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kemuliaan profesinya. Seorang pendidik dituntut untuk mengajar dengan niat yang ikhlas serta bersikap lembut kepada murid.
Guru juga tidak boleh malu mengatakan “saya tidak tahu” ketika memang belum mengetahui suatu persoalan. Mereka pun harus selalu menjaga adab di dalam maupun di luar majelis ilmu.
Nilai-nilai luhur tersebut merupakan bagian penting dari kode etik (adab) seorang guru. Sebaliknya, murid pun memiliki kewajiban mutlak untuk menghormati gurunya.
Memilih guru yang baik, bersikap sopan ketika berbicara, dan bersabar terhadap sikap guru merupakan bagian dari adab yang harus dipelihara. Murid juga harus senantiasa menjaga etika dalam belajar.
Bahkan, para ulama salaf memandang penghormatan kepada guru sebagai salah satu sebab utama datangnya keberkahan ilmu.
Imam asy-Syafi’i dikenal sebagai sosok yang sangat menghormati gurunya. Beliau pernah menyatakan bahwa dirinya selalu membalik lembaran kitab dengan sangat pelan agar suara kertas tidak mengganggu gurunya.
Kisah legendaris ini menjadi teladan nyata bagi kita semua. Keberhasilan seorang ulama besar lahir dari perpaduan antara semangat belajar yang tinggi dan penghormatan yang tulus kepada guru.
Melihat kondisi zaman sekarang, solusi yang diperlukan bukan sekadar memperbaiki kurikulum atau menambah teknologi pembelajaran. Kita harus menghidupkan kembali budaya adab dalam dunia pendidikan.






