LAPSUS

Pengakuan Pekerja MBG: Nggak Manusiawi, Bekerja Setengah Rodi

Hingga awal Agustus, Dani bilang ditempatkan di salah satu dapur MBG, yang menurutnya cukup jauh. Jarak antara rumah dan lokasi dapur kira-kira 10 kilometer.

Tak ada perjanjian kerja, apalagi kontrak kerja tertulis. Semuanya disampaikan lewat instruksi, mulai dari gaji sebesar Rp5,5 juta per bulan hingga apa-apa saja pekerjaan di lapangan.

“Ya aneh banget sebenarnya, tapi enggak tahu lah, saya juga bingung,” imbuhnya.

Sebagai pengawas di dapur MBG, Dani mulai bekerja dari jam 01.00 WIB, mengontrol masakan yang akan disajikan ke penerima manfaat.

Proses masak, katanya, biasa rampung sekitar pukul 05.00 WIB. Setelahnya, ia harus melototi proses penyajian masakan yang sudah matang ke ribuan ompreng agar sesuai standar BGN sampai jam 09.00 WIB.

“Harus benar-benar jeli. Bayangkan ada 4.000 ompreng dan kami mengawasi satu per satu, supaya teliti dan enggak ada yang namanya keracunan atau kesalahan,” paparnya.

Pukul 09.00 WIB, dia akan ikut mengawal proses distribusi MBG ke seluruh penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, juga balita.

Ilustrasi: Para pekerja menyiapkan makanan untuk MBG. [ANTARA]

Sekitar jam 12.00 WIB, lagi-lagi Dani mengontrol dan menghitung ompreng yang dikembalikan dari penerima manfaat. Sebab, kalau sampai kurang, menjadi tanggung jawabnya.

Pekerjaannya berlanjut memantau pencucian ompreng sampai betul-betul bersih hingga pukul 18.00 WIB.

“Jam 6 sore itu, kami lanjut persiapan memotong sayur, lauk, dan lain-lain, sampai jam 10 malam. Itu baru kami bisa rehat,” ucapnya.

“Nanti saya berangkat lagi ke dapur jam 1 pagi, begitu terus dari Senin sampai Jumat. Sekarang bayangkan kami kerja enggak bisa napas, enggak bisa bergerak ke mana-mana.”

Kalau dihitung, Dani bekerja 20 jam lebih sehari. Kadang, dia terpaksa curi-curi waktu untuk tidur selepas salat supaya badannya tidak ambruk.

Pekerjaan ini, katanya, menuntut ketelitian dan ketepatan waktu. Sebab mereka, selalu diwanti-wanti bahwa makanan yang mereka siapkan menyangkut nyawa banyak orang.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button