LAPSUS

Pengakuan Pekerja MBG: Nggak Manusiawi, Bekerja Setengah Rodi

Perkaranya, hasil keringatnya tak kunjung cair di bulan ketiga bekerja. Gaji di bulan pertama dan kedua saja, dibayar sekaligus pada Oktober lalu.

Sementara, dia butuh uang untuk keperluan sehari-hari: makan, beli bensin, dan kuota internet.

“Kami punya grup SPPI Batch 3, dan semuanya mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, belum terima [gaji]. Kami disuruh sabar aja, tapi belum ada kepastian kapan dibayar,” akunya.

Dani, mengaku tak punya pilihan. Ia harus tetap bekerja di dapur MBG seperti biasanya demi menyukseskan program jagoan Presiden Prabowo Subianto itu.

Dia pun tidak mau para pekerja di dapur MBG dicap tidak becus. “Intinya kami sudah mendedikasikan hidup kami untuk MBG, tapi masak gaji kami ditunda-tunda.”

“Walaupun saya merasa kerja ini sebenarnya enggak manusiawi loh. Tapi ya bagaimana lagi, saya sudah mengabdikan diri untuk negara. Cari pekerjaan lain juga susah, banyak PHK. Kalau enggak kerja begini, mau makan apa?” akunya.

Untuk mengisi rekeningnya yang betul-betul kosong, Dani terpaksa kerja sambilan menjadi pengemudi ojek online di hari libur.

Dia juga tidak tahu sampai kapan status magang ini berakhir dan ditempatkan sebagai kepala dapur. Semuanya, serba tidak pasti. Tapi yang pasti, Dani merasa dieksploitasi.

“Ini sudah eksploitasi sebenarnya. Saya ngerasa banget. Saya kira kayak gini berhenti di rezim Orde Baru, tapi mau gimana, nyari kerja susah. Jalanin saja walaupun setengah kerja rodi,” cetusnya.

Apa kata Kepala BGN?

Seperti dilansir BBC News Indonesia, Kepala BGN Dadan Hindayana, mengakui ada persoalan dalam sistem penggajian Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bekerja di dapur MBG. Ia mengklaim pembayaran gaji itu akan diselesaikan dalam waktu dekat.

“Kami sekalian untuk menyelesaikan minggu ini, kami sudah geser anggaran untuk tuntas sampai Desember. Jadi bulan depan sudah tidak akan ada keterlambatan lagi,” kata Dadan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (12/11/2025).

Dalam rapat beragendakan evaluasi program dan penyerapan anggaran tahun 2025 tersebut Kepala BGN mengatakan hingga kini telah merealisasikan anggaran sebesar Rp43,4 triliun atau setara 61 persen dari total pagu sebesar Rp71 triliun.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button