Penghalang Menjadi Orang Saleh
Sangat rugi jika kita tidak menginfakkan harta melalui sedekah maupun amal jariah di jalan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.
“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).
Pahala amal jariah akan terus mengalir meskipun orang yang bersangkutan sudah tidak lagi mengamalkannya. Pahala tetap mengalir saat seseorang berhalangan karena uzur, lansia, sakit, bahkan setelah wafat.
Infak merupakan amalan yang pahalanya langsung diperlihatkan Allah saat manusia berada di alam barzah. Maka, mereka yang menyesal ingin dikembalikan ke dunia sejenak hanya untuk bersedekah.
Hal tersebut telah diinformasikan oleh Allah dalam firman-Nya:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh’.” (QS Al-Munafiqun: 10).
Riya dalam Beramal
Riya adalah sikap pamer atau melakukan ibadah dengan maksud mendapatkan pujian dari sesama manusia. Riya juga dapat diartikan sebagai mengharapkan nilai duniawi dari sebuah pekerjaan ukhrawi.
Rasulullah menegaskan bahwa riya termasuk kategori syirik kecil dalam salah satu sabda beliau:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ الرِّيَاءُ
“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya.” (HR Ahmad).
Ancaman dosa bagi orang yang beramal dengan riya ditegaskan kembali oleh Rasulullah. Rasulullah memberikan peringatan keras melalui sabdanya:
اَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ يُرِى النَّاسَ اَنَّ فِيْهِ خَيْرًا لَا خَيْرَ فِيْهِ
“Orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang memperlihatkan kebaikan dirinya kepada orang lain, padahal kebaikan tersebut tidak ada sama sekali.” (HR Ad-Dailami).






