NUIM HIDAYAT

Pentingnya Tauhid dalam Kehidupan Umat

Keempat, setan membisikkan ke dalam dada manusia.

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 4–6).

Kelima, setan menyuruh kepada perbuatan keji.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Setan menjanjikan kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (membunuh, berzina, merampok, mabuk, memiskinkan masyarakat, dll), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268).

Keenam, setan menimbulkan permusuhan.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

“Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamar dan judi serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat. Maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. Al-Ma’idah: 91).

Ketujuh, setan membuat manusia lupa kepada Allah Swt.

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang rugi.” (QS. Al-Mujadilah: 19).

Ya, golongan setan pasti dikalahkan oleh golongan Allah Swt (Hizbullah). Meski golongan setan itu mempunyai persenjataan yang paling canggih, teknologi militer paling modern, dan satelit mutakhir, Allah Swt. yang Maha Pencipta tidak mungkin dikalahkan iblis makhluk-Nya. Walaupun iblis dan tentara setan merekayasa dunia dengan segala upaya, janji kemenangan Allah Swt. adalah pasti.

Firman Allah Swt.:

وَمَن يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

“Dan barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, golongan Allah itulah yang menang.” (QS. Al-Ma’idah: 56).

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tanamkan keimanan dalam hati mereka dan Dia menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung/bahagia.” (QS. Al-Mujadilah: 22).

Di dunia ini selalu terjadi pertempuran antara golongan setan (Hizbusyaithan) dan golongan Allah Swt. (Hizbullah). Selama hari kiamat besar belum tiba, maka iblis dan setan selalu mengganggu manusia serta selalu menimbulkan kerusakan.

Renungkanlah ayat Al-Qur’an di bawah ini:

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang rugi.” (QS. Al-Mujadilah: 19).

Negara-negara Barat atau peradaban Barat ini memang maju teknologinya, tapi ilmu yang dikembangkannya banyak kerusakan di dalamnya. Ilmunya kebanyakan menjauhkan manusia dari Al-Qur’an dan dari Islam karena Barat tidak mengaitkan seluruh ilmu dengan Al-Qur’an. Sedangkan dalam Islam, seluruh ilmu yang ada selalu terkait dengan Al-Qur’an sebagai puncak dari ilmu yang dimiliki manusia.

Puncak dari ilmu dalam Al-Qur’an berujung pada ibadah kepada Allah Swt. Dengan ibadah yang benar, maka perilaku (akhlak) manusia menjadi benar. Dan kebenaran hanya terdapat pada Al-Qur’an, tidak terdapat pada kitab (yang dikatakan suci) lainnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button