INTERNASIONAL

Peserta Global Sumud Flotila Dibajak Israel, Hamas Desak Pembebasan Aktivis

Gaza (SI Online) – Gerakan perlawanan Hamas menyatakan bahwa serangan angkatan laut Israel terhadap Armada Global Sumud merupakan “tindakan pembajakan sepenuhnya.” Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan Israel mencegat kapal-kapal yang berlayar dari Türkiye dalam upaya untuk menembus blokade terhadap Gaza.

Dalam pernyataannya, Senin (18/5), Hamas menyebut bahwa serangan angkatan laut Israel terhadap armada tersebut, termasuk penyerangan terhadap para aktivis dan penahanan mereka, telah menargetkan orang-orang yang sedang menjalankan misi kemanusiaan dan moral untuk mendukung Gaza.

Hamas mengungkapkan bahwa Israel melakukan pembajakan terhadap para aktivis internasional yang berdiri bersama rakyat Palestina di wilayah yang terkepung itu, tempat lebih dari dua juta orang terus menghadapi genosida, kelaparan, dan blokade.

Gerakan tersebut juga menyerukan kepada komunitas internasional, PBB, serta organisasi-organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan agar mengutuk serangan tersebut, meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas pelanggaran hukum internasional, mengupayakan pembebasan segera para aktivis yang ditahan, serta bekerja untuk mengakhiri blokade atas Gaza.

Selain itu, Hamas memuji para aktivis yang berada di atas armada tersebut. Menurut Hamas, mereka telah membawa pesan kemanusiaan Gaza kepada dunia dan menantang “teror serta kesombongan” Israel. Hamas juga menyerukan agar upaya Armada Freedom dan Sumud terus dilanjutkan untuk mendukung rakyat Palestina hingga blokade berakhir dan pendudukan dihentikan.

Pasukan angkatan laut Israel mulai menyita Armada Global Sumud pada Senin pagi setelah konvoi tersebut berangkat dari pantai Türkiye pada Kamis lalu.

Seorang aktivis armada kepada Al Jazeera Mubasher mengatakan bahwa kontak dengan sekitar 23 kapal terputus setelah pencegatan dilakukan, dan pasukan Israel telah menahan sekitar 180 aktivis yang berada di atas kapal-kapal yang dicegat tersebut.

sumber: infopalestina

Back to top button