#Lawan IslamofobiaINTERNASIONAL

Polisi Inggris Selidiki Dugaan Serangan Pembakaran Masjid sebagai ‘Kejahatan Kebencian’

“Bahwa tidak ada korban luka hanyalah kebetulan,” katanya. “Kekerasan dan kebencian ini tidak punya tempat di komunitas lokal kita yang damai dan toleran. Kami akan memberantasnya, dan kami berdiri solidaritas dengan semua yang terdampak.”

Serangan ini terjadi setelah peristiwa tabrak dan penusukan di sebuah sinagoga di Manchester utara pada Kamis, yang menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya.

Dewan Muslim Inggris mengecam serangan pada Sabtu itu, dengan mengatakan mereka “sangat terkejut dan prihatin dengan serangan pembakaran Islamofobia” dan mendesak pihak berwenang untuk “memberikan perlindungan yang kuat bagi semua tempat ibadah”.

Serangan terhadap masjid itu “mengikuti pola mengkhawatirkan dari kekerasan dan intimidasi,” tambah pernyataan itu. “Baru minggu lalu, seorang imam ditusuk di Hounslow, sementara masjid-masjid di seluruh negeri menghadapi ancaman bom dan kampanye kebencian terkoordinasi.”

Secara terpisah, Masjid East London menulis di X bahwa “komunitas kita harus tetap bersatu – Muslim, Yahudi, Kristen, orang dari semua agama maupun tanpa agama – dalam berdiri bersama melawan ekstremisme, intoleransi, dan kekerasan.”

Dewan Deputi Yahudi Inggris juga mengecam serangan terhadap masjid itu, dengan mengatakan di X bahwa “setiap komunitas beragama memiliki hak untuk beribadah tanpa rasa takut. Negara kita lebih baik dari ini.

Serangan terhadap tempat ibadah ini terjadi saat suasana di Inggris tetap tegang setelah berbulan-bulan protes menentang pencari suaka dan kampanye media sosial bernama #OperationRaisetheColours.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pendukung gerakan ini memasang bendera Inggris dengan Salib St George dan Union Jack di jembatan jalan tol, tiang lampu, bundaran, serta beberapa toko di seluruh Inggris. Tanda silang merah juga disemprotkan pada garis putih di penyeberangan zebra.

Sementara sebagian pendukung menggambarkan proyek itu sebagai patriotik, gerakan ini dikaitkan dengan insiden rasis, termasuk kemunculan grafiti rasis. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button