Refleksi Hardiknas 2026: Saat Ilmu Tak Lagi Beriringan dengan Adab
Dengan landasan yang kokoh ini, kecurangan dan penyimpangan tidak hanya dianggap sebagai pelanggaran aturan, melainkan juga sebagai perbuatan dosa.
Pendidikan dalam Islam juga berfokus pada pembentukan syakhshiyyah islamiyyah atau kepribadian Islam, yaitu adanya keselarasan antara pola pikir dan pola sikap.
Pelajar tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk agar memiliki adab dan tanggung jawab yang tinggi.
Dengan kepribadian yang matang ini, mereka tidak akan mudah terjerumus pada perilaku menyimpang meskipun berada dalam tekanan lingkungan.
Selain itu, penerapan sanksi dalam Islam bersifat tegas serta memiliki fungsi ganda (uqubat).
Fungsi tersebut adalah sebagai pencegah (zawajir) agar kejahatan tidak terulang kembali oleh orang lain, sekaligus sebagai penebus dosa (jawabir) bagi pelakunya.
Bagi pelaku kejahatan yang telah balig, sanksi akan diterapkan sesuai ketentuan syariat tanpa adanya toleransi terhadap pelanggaran.
Adapun bagi anak yang belum balig, pelanggaran tetap tidak dibenarkan dan harus ditindak melalui pembinaan (ta’dib) yang serius.
Dengan mekanisme tersebut, setiap perbuatan akan memiliki konsekuensi yang jelas sehingga tidak ada ruang bagi normalisasi kriminalitas di tengah masyarakat.
Sinergi antara keluarga, lingkungan, dan negara menjadi kunci utama dalam keberhasilan sistem pendidikan ini.
Orang tua berperan sebagai pendidik utama di rumah, sekolah memperkuat pembentukan karakter, dan negara memastikan sistem berjalan sesuai syariat.
Dengan penerapan Islam secara menyeluruh (kaffah) sebagai ideologi, dunia pendidikan akan mampu melahirkan generasi yang berilmu, beradab, dan bertakwa.
Refleksi Hardiknas tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan yang mendasar.
Ketika akar masalahnya adalah sebuah sistem, maka solusi yang dihadirkan pun harus bersifat sistemik.
Islam menawarkan solusi tersebut secara utuh, yang bukan sekadar perbaikan parsial melainkan sebuah perubahan arah peradaban ke arah yang lebih baik.[]
Farah Alfizahra, Mahasiswa Universitas Brawijaya, Program Studi Ilmu Gizi, tinggal di Malang Jawa Timur.






