SUARA PEMBACA

Refleksi Hardiknas 2026: Saat Ilmu Tak Lagi Beriringan dengan Adab

Setiap tahun, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) digelar dengan penuh harapan akan lahirnya generasi unggul.

Namun realitas yang terjadi di lapangan justru menunjukkan arah yang sebaliknya.

Dunia pendidikan hari ini terasa semakin buram dan memprihatinkan bagi kita semua.

Kasus kekerasan di kalangan pelajar terus saja terjadi, mulai dari pengeroyokan hingga penyiraman air keras yang melibatkan siswa.

Data bahkan menunjukkan ratusan kasus kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan hanya dalam kurun waktu tiga bulan menurut laporan kumparan.com dan kompas.id tahun 2026.

Di sisi lain, krisis kejujuran juga tampak semakin mengakar kuat di kalangan pelajar.

Praktik joki dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kembali terungkap dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah.

Kecurangan dalam ujian dan budaya plagiat seolah telah menjadi fenomena yang lumrah di berbagai jenjang pendidikan.

Tidak berhenti di situ, keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam penyalahgunaan narkoba juga menunjukkan tren peningkatan.

Bahkan fenomena pelajar yang berani melawan hingga mempidanakan guru menandakan semakin lunturnya adab terhadap pendidik menurut ulasan kompas.id dan tempo.co tahun 2026.

Peringatan Hardiknas seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera berbenah.

Kondisi ini bukan sekadar kumpulan kasus terpisah, melainkan gambaran kegagalan sistem pendidikan dalam membentuk kepribadian generasi muda.

Arah pendidikan hari ini belum berhasil melahirkan individu yang beradab dan berkarakter mulia.

Sebaliknya, yang muncul adalah generasi dengan kecenderungan sekuler, liberal, dan pragmatis yang mengukur segala sesuatu dari manfaat materi semata.

1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button