OPINI

Satu Geografi, Dua Negara: Pendekatan Keamanan Arab Saudi terhadap Sudan

Riyadh memandang persatuan dan stabilitas Sudan tidak dapat dipisahkan dari keamanannya sendiri di seberang Laut Merah.

Keamanan di Luar Batas Negara

Dalam pemikiran strategis klasik dan kontemporer, keamanan negara besar tidak hanya diukur dari batas wilayah langsungnya, tetapi juga melalui kedalaman strategis (strategic depth). Ruang geografis yang lebih luas berfungsi menyerap guncangan sebelum mencapai pusat.

Gagasan ini berakar dari pemikir strategis seperti Nicholas Spykman dan Walter Lippmann. Mereka berpendapat bahwa suatu negara berada dalam lingkungan geopolitik yang berfungsi sebagai penyangga krisis atau justru memperburuknya.

Mengingat posisi Arab Saudi sebagai kekuatan regional utama, kerajaan tidak dapat puas hanya dengan mengamankan perbatasan langsungnya saat krisis melanda sekitarnya. Sudan merupakan salah satu komponen terpenting dari kedalaman strategis Saudi.

Stabilitas Sudan berarti stabilitas di sepanjang perbatasan maritim barat kerajaan, kendali atas arus migrasi ilegal dan penyelundupan, serta menjauhkan bahaya kekosongan keamanan. Kekosongan tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok bersenjata dan organisasi ekstremis.

Ketika Riyadh berinvestasi dalam rekonstruksi dan pembangunan Sudan melalui kerangka kerja permanen seperti Dewan Koordinasi, ia sedang membangun dinding stabilitas. Keamanan sejati tidak dapat dibeli hanya dengan tembok, melainkan dibangun melalui kemakmuran negara tetangga.

Pendekatan Baru Arab Saudi terhadap Keamanan Laut Merah

Keamanan jalur perairan utama bukan sekadar hasil dari perlindungan militer atas jalur itu sendiri, melainkan dari kekuatan dan stabilitas negara-negara di sepanjang pesisirnya. Laut Merah yang dikelilingi oleh negara-negara rapuh akan menjadi wilayah yang tidak aman.

Dari pelajaran ini, muncul visi Saudi yang lebih matang: tidak cukup bagi kerajaan untuk menjadi kuat di pantai timur saja. Negara-negara di sepanjang pantai barat dan akses selatan Laut Merah juga harus kuat dan berdaulat.

Dengan menempatkan Laut Merah bersama keamanan dan pertahanan dalam area fokusnya, Dewan Koordinasi Saudi-Sudan menerapkan filosofi ini secara nyata. Memperkuat kemampuan Sudan dalam mengendalikan garis pantai adalah investasi langsung Arab Saudi untuk keamanan kawasan.

Tanggung Jawab Kekuatan Regional

Dewan Koordinasi Saudi-Sudan adalah ekspresi dari filosofi politik yang lebih luas yang dianut oleh Riyadh. Kekuatan regional yang sejati tidak tumbuh dengan mengisolasi diri di balik perbatasan, tetapi dengan mengambil tanggung jawab atas stabilitas sekitarnya.

Pada saat proyek perpecahan makin marak, mendukung persatuan Sudan, memperkuat kedalaman strategis Saudi, dan menjaga keamanan Laut Merah adalah tiga sisi dari mata uang yang sama.

Ketika Arab Saudi menjaga persatuan tetangganya, ia sedang menjaga keutuhan proyek strategisnya sendiri. Dialektika geografi bersama menunjukkan bahwa tidak ada tetangga yang dapat merasa aman tanpa keberadaan tetangga lainnya.[]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button