LAPSUS

Senator Lindsey Graham Mati, Jejaknya: Pembela Israel, Sekutu Trump, dan Pendukung Perang Iran

“Ini akan menjadi penghormatan yang luar biasa bagi Lindsey yang sangat menyayanginya,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial. McMaster segera memenuhi permintaan tersebut.

Nordone akhirnya resmi menggantikan saudaranya di senat, sebuah langkah yang menandakan kelanjutan agenda politik untuk Trump dan Partai Republik. Namun, mendiang senator tersebut mewakili posisi pro-perang yang kini semakin diteliti dan dikritik, bahkan di dalam internal Partai Republik sendiri.

Bagi kaum konservatif yang menentang kampanye militer di luar negeri, Graham menjadi simbol dari sayap intervensi partai yang merugikan kepentingan domestik. Komentator sayap kanan, Tucker Carlson, memberikan kritik tajam dalam buletin beritanya.

“Sejarah akan mengingat Lindsey Graham karena komitmennya yang mendalam terhadap intervensionisme Amerika,” tulis Tucker Carlson. Ia mencatat bahwa mendiang senator tersebut bahkan masih mengunjungi Ukraina satu hari sebelum kematiannya.

“Dia merasa sangat yakin bahwa pemerintah AS harus mencurahkan perhatiannya pada kebutuhan negara-negara lain selain Amerika Serikat, dan dia memegang teguh keyakinan itu hingga hari kematiannya.”

Hanna mengatakan bahwa meskipun posisi Graham sebagai salah satu dari 100 senator AS dapat digantikan, kematiannya menggarisbawahi kesenjangan generasi yang nyata. Isu kebijakan luar negeri di Amerika Serikat kini menghadapi benturan sudut pandang yang tajam.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa generasi muda Republik dan Demokrat cenderung kurang mendukung intervensi militer luar negeri maupun dukungan tanpa batas untuk Israel. Sentimen anti-perang ini terus tumbuh di kalangan pemilih muda.

“Ada momen friksi yang menarik, tidak hanya antarpartai tetapi juga di dalam internal partai itu sendiri,” kata Hanna. “Tentu saja ada dimensi generasi dalam fenomena tersebut.”

Ia menambahkan bahwa Graham adalah tokoh senior Republik dengan pandangan yang sangat tegas mengenai penggunaan kekuatan militer dan dukungan mutlak untuk Israel. Oleh karena itu, kepergiannya kemungkinan besar akan membawa dampak pada konstelasi politik AS ke depan. [Ali Harb]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button