#Selamatkan Al-AqshaINTERNASIONAL

Serbuan Yahudi Meningkat dan Akses Muslim ke Masjid Dipersulit, Al-Aqsha di Bawah Tekanan Yudaisasi

Langkah Diplomatik dalam Konteks yang Lebih Luas

Dalam perkembangan lain yang berkaitan dengan Yerusalem, Ma’ruf menyinggung pembukaan kedutaan Kolombia di kota yang diduduki tersebut. Ia menilai bahwa langkah ini merupakan bagian dari gerakan Israel, yang mendapat dukungan kekuatan sayap kanan Kristen ekstrem di negara-negara Barat, untuk memulihkan citra pihak pendudukan di dunia internasional setelah perang pemusnahan dan agresi terhadap Jalur Gaza.

Ma’ruf menyatakan penyesalannya atas apa yang disebutnya sebagai lemahnya diplomasi Arab dan Islam di Amerika Latin. Ia menunjukkan bahwa kawasan tersebut mencakup negara-negara yang secara historis dikenal mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Ia memperingatkan adanya upaya Israel untuk menargetkan negara-negara di kawasan tersebut dan memperkuat pengaruhnya melalui pembentukan aliansi politik yang berpihak kepadanya. Hal ini berlangsung di tengah dampak perang di Gaza yang telah menimbulkan tekanan terhadap citra pihak pendudukan dan hubungan internasionalnya.

Al-Aqsha Menghadapi Tahap Eskalasi

Keseluruhan perkembangan tersebut menunjukkan beragam jalur tekanan terhadap Masjid Al-Aqsha. Tekanan itu meliputi keputusan pelarangan masuk bagi warga Yerusalem, pembatasan akses jamaah, peningkatan penyerbuan dan tindakan para pemukim di halaman masjid, peringatan mengenai penargetan Bab Al-Rahmah dan bagian timur masjid, serta berbagai langkah politik dan diplomatik yang berkaitan dengan Yerusalem.

Berbagai lembaga dan tokoh di Yerusalem memperingatkan bahwa jika langkah-langkah tersebut terus berlangsung, kondisi keagamaan dan sejarah yang telah ada di masjid dapat berubah secara bertahap. Kekhawatiran ini semakin besar karena pembatasan terhadap jamaah Muslim berlangsung bersamaan dengan upaya mengukuhkan kehadiran keagamaan Yahudi di dalam dan sekitar kompleks masjid.

Dalam situasi tersebut, Masjid Al-Aqsha menghadapi eskalasi yang melampaui penyerbuan sesekali. Berbagai tindakan yang berlangsung secara bersamaan menyentuh kebebasan beribadah dan keberadaan umat Islam di dalamnya, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan dipaksakannya keadaan baru terhadap salah satu situs keagamaan dan bersejarah paling penting di Yerusalem yang diduduki.

sumber: infopalestina

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button