RESONANSI

Setelah Anwar Menjadi PM, Rakyat Dapat Apa?

Telur ayam yang dulu pernah langka, hanya dengan gertakan Menterinya para tengkulak mafia telur akhirnya menyerah kalah.

Ini karena pemerintah ini tidak bisa didikte, tidak terhutang budi karena di modali oleh pengusaha masa pemilu dulu dan tidak juga menjadi wayang dari dalang atau apa yang disebut sebagai pak turut.

Sebanyak 33 buah jalan tol gratis selama 4 hari di hari raya Aidil Fitri ini yang jumlahnya bisa mencapai triliyunan untuk manfaat rakyat.

Menteri Anwar memperkenalkan menu rahmah yang banyak membantu mereka yang berpendapatan rendah selama ini.

Anwar memberikan discount tilang yang jumlah banyak hanya perlu dibayar RM 50 saja demi rakyat.

Cuti empat hari dan bonus bagi PNS dengan jumlah sangat membantu mereka untuk belanja persediaan hari raya.

Kenderaan yang murah diberi diskon untuk melakukan service agar selamat pulang hari raya.

Anwar juga menurunkan harga semen yang harganya jauh di bawah harga semen di Indonesia kata seorang tukang Indonesia di Malaysia.

Anwar membayangkan hanya perlu waktu 3.5 tahun untuk membasmi kemiskinan tegar di negara ini katanya. Mengembalikan Malaysia menjadi macan asia dengan mengamalkan konsep madani.

Namun, sebagaimana tokoh reformasi seperti Dr Mursi, Amien Rais, Suu Kyi, Erdohan lainnya, Anwar juga berhadapan dengan usaha-usaha ke arah “kudeta dingin”.

Tentu saja seperti yang diduga oleh Anwar sendiri ia didanai oleh mereka yang selama ini mendominasi dan memonopoli ekonomi negara dengan cara korupsi dan salah guna kuasa.

Akhirnya, pemilihan Presiden di Indonesia semakin dekat. Terserah pada rakyat apakah ingin memilih capres dengan imbalan sembako uang seratus ribu yang hanya bisa tahan seminggu atau hidup adil makmur sejahtera dengan berbagai diskon dan kemudahan setelah negara punya Presiden cerdas, amanah dan berkualitas seperti Anies Rasyid Baswedan yang memiliki konsep, idea yang jelas untuk menerapkan good governance di NKRI.[]

Afriadi Sanusi PhD, Penulis adalah doktor bidang Sains Politik Islam Universiti Malaya Kuala Lumpur Malaysia.

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button