NUIM HIDAYAT

Silaturahmi ke Kedubes Iran dan Perlunya Persatuan Sunni-Syiah

Kita perlu renungkan firman Allah SWT dalam surat Ali Imran 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara; sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Perintah pertama berpegang teguh pada tali Allah (ajaran islam) dan jangan kamu cerai berai. Jadi persatuan ini landasannya adalah Islam atau Al-Qur’an. Landasannya petunjuk Allah dan Rasulullah saw. Bukan persatuan yang dilandasi pada kelompok, suku bangsa, nasionalisme atau lainnya.

Kedua, jangan kamu bercerai berai. Ribuan tahun umat Islam tercerai berai dalam Sunni-Syiah, saling bermusuhan dan bahkan saling membunuh. Di era teknologi informasi yang canggih ini saatnyalah bersatu. Menyatu dalam agama Islam, tidak saling mengkafirkan. Karena keduanya adalah umat Nabi Muhammad saw. Orang Syiah disebut kafir tentu marah, begitu orang Sunni disebut kafir marah juga.

Maka agar tidak bercerai berai keduanya harus menahan diri. Kelompok Sunni tidak mengkafirkan Syiah dan kelompok Syiah tidak mencela para sahabat dan istri-istri Rasulullah yang mulia.

Dengan persatuan Iran dan negeri-negeri Islam ini, maka insyaallah tragedi Gaza dan Iran tidak akan terjadi lagi. Amerika dan Israel tentu tidak berani bila sekitar 53 negara Islam bersatu.

Kita menangis membaca lanjutan ayat ini: “Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara; sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Berapa korban yang telah menimpa umat Islam, baik di kalangan Sunni maupun Syiah. Mungkin jutaan. Padahal nyawa manusia sangat berharga dalam Islam. Membunuh satu manusia tanpa ada kesalahan, seperti membunuh manusia seluruhnya.

Allah SWT berfirman:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا ۖ وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh orang lain) atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia. Dan sungguh, telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS. Al Maidah 32)

Kalau kita mengatakan diri sebagai Muslim maka kita harus menjaga diri untuk membunuh orang lain yang tidak punya kesalahan. Kita bukan seperti pemimpin-pemimpin Israel dan Amerika yang membunuh orang seenaknya. Mereka tidak mempunyai Al-Qur’an, sehingga tindakan mereka hanya berdasarkan nafsu belaka.

Mereka tidak peduli membunuh berapa pun orang di dunia. Demi ambisinya menjadi penguasa dunia, Amerika diperkirakan telah membunuh lebih dari 38 juta orang. Begitu juga Israel, telah membunuh jutaan orang. Hawa nafsu marah mereka ikuti, ketika orang lain dianggap tidak cocok atau membahayakan kepentingannya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button