NUIM HIDAYAT

Silaturahmi ke Kedubes Iran dan Perlunya Persatuan Sunni-Syiah

Al-Qur’an mengingatkan,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً ۖ فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, serta Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya, dan meletakkan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang dapat memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jatsiyah 23)

Begitulah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Ia akhirnya mengikuti petunjuk Iblis/setan. Sehingga membunuh orang jutaan tidak merasa dosa. Amerika dan Israel merasa mereka adalah ras yang terhebat di dunia, sehingga merasa harus menjadi pemimpin dunia, meski dengan mengorbankan manusia jutaan orang. Ketika Amerika membunuh jutaan orang di Vietnam, Jepang, Afghanistan, Irak, Iran dan Pelestina, tidak merasa berdosa. Begitu juga Israel yang telah membunuh jutaan orang di Palestina juga merasa berdosa.

Mereka tidak takut kepada ancaman siksa di akhirat. Karena kepercayaan mereka kepada akhirat, bahkan menganggap mustahil akhirat itu ada.

Al-Qur’an mengingatkan,

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

_“Sesungguhnya orang-orang yang menindas (menguji/menyiksa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab yang membakar.”- (QS. Al Buruj 10)

Mungkin mereka bertanya, benarkah akhirat ada? Pada suatu hari seorang kafir Quraisy mendatangi Rasulullah saw, setelah mengambil tulang belulang dari kuburan. Peristiwa ini diabadikan Al-Qur’an dalam surat Yasin:

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.”

Jadi yang akan menghidupkan manusia itu adalah Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dulu kita diciptakan hanya dari sperma dan sel telur, jadilah manusia. Allah SWT telah menciptakan manusia milyaran, sehingga mudah bagi Allah untuk mengulangi penciptaan manusia kembali. Juga mudah bagi Allah untuk membangkitkannya kembali, ketika manusia itu sudah mati.

Makanya, tugas manusia di muka bumi, bukan untuk berebut kekuasaan. Bukan untuk berbanyak banyakan uang atau jabatan. Bukan untuk mendominasi kelompok lain, sehingga ia menjadi penindas dan orang lain menjadi tertindas. Bukan untuk merampas kekayaan atau sumberdaya negara lain, sehingga negaranya menjadi kaya sedangkan negara lain yang dirampas menjadi miskin.

Tugas manusia di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah dan memakmurkan bumi. Bukan menyembah patung atau makhluk Allah dan bukan untuk membuat kerusakan di muka bumi.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button