LAPSUS

Staf PBB Dukung Francesca Albanese, Kecam Menteri Eropa

Kelompok staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Staff for Gaza, menyatakan dukungan terhadap Fransesca Albanese setelah sebuah LSM pro-Israel melancarkan kampanye disinformasi terhadapnya.

Staf PBB, baik yang masih aktif maupun mantan, menyuarakan pembelaan terhadap Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, setelah ia menjadi sasaran serangan dari LSM pro-Israel serta sejumlah pejabat pemerintah Eropa.

Albanese—yang seperti semua pelapor khusus ditunjuk oleh United Nations Human Rights Council namun bukan pegawai PBB—telah berulang kali diserang oleh tokoh dan lembaga pro-Israel. Salah satu pengkritik paling vokal adalah UN Watch, sebuah LSM pro-Israel.

UN Watch, yang bukan badan PBB, menyebarkan potongan video yang telah diedit dari Albanese (48), saat berbicara di Forum Al Jazeera awal bulan ini. Dalam video tersebut, LSM itu secara keliru mengklaim bahwa Albanese menyebut Israel sebagai “musuh bersama umat manusia”.

Padahal, pernyataan asli Albanese adalah:

“Kita kini melihat bahwa sebagai umat manusia kita memiliki musuh bersama, dan penghormatan terhadap kebebasan fundamental adalah jalan damai terakhir, alat damai terakhir yang kita miliki untuk merebut kembali kebebasan kita.”

Potongan video dari LSM tersebut menarik perhatian sejumlah pejabat Eropa, termasuk dari Austria, Ceko, Prancis, Jerman, dan Italia.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, bahkan menyatakan akan menuntut pengunduran diri Albanese pada 23 Februari dalam sidang berikutnya Dewan HAM PBB. Pada 9 Februari, sekelompok anggota parlemen Prancis mengirim surat kepada Barrot yang mengecam Albanese dan menyebut pernyataannya “antisemit”. Dua hari kemudian, Barrot menyerukan agar Albanese mundur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis membantah bahwa seruan tersebut terkait dengan video yang telah diedit.

Sementara itu, ratusan staf PBB yang tergabung dalam United Staff for Gaza mengecam sikap pemerintah Eropa yang menyerang Albanese.

“United Staff for Gaza menyesalkan dis/misinformasi yang beredar dalam beberapa hari terakhir terkait Pelapor Khusus Albanese, yang kemudian diadopsi oleh para menteri luar negeri Prancis, Jerman, dan lainnya dalam melontarkan tuduhan yang tidak berdasar dan penuh kebencian,” demikian pernyataan kelompok tersebut.

Mereka juga menyerukan koreksi atas informasi yang keliru serta penghentian serangan pribadi, ancaman, intimidasi, dan kampanye disinformasi terhadap lembaga dan personel PBB.

Kelompok United Staff for Gaza bukan badan resmi PBB, namun terdiri dari staf aktif dan mantan staf yang membentuknya pada Juli lalu untuk membela hak-hak rakyat Palestina. Saat ini, anggotanya mencapai hampir 2.500 orang.

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button