Syekh Hamad, Pemimpin Arab yang Mematahkan Blokade Israel atas Gaza
Dikenang sebagai pembela teguh hak-hak rakyat Palestina, Amir Bapak Qatar yang wafat menjadi pemimpin Arab pertama yang mematahkan blokade terhadap Gaza.
Warisan yang Masih Bertahan
Sejumlah proyek infrastruktur paling penting di Gaza sebelum pecahnya perang yang oleh banyak pihak disebut sebagai perang genosida Israel pada Oktober 2023 merupakan hasil komitmen pendanaan Syekh Hamad.
Qatar membiayai pembangunan dan rehabilitasi jalan-jalan utama serta Kota Syekh Hamad di Khan Younis. Proyek tersebut berupa perumahan publik senilai 58 juta dolar AS yang terdiri atas 53 gedung apartemen modern bagi ribuan keluarga berpenghasilan rendah.
Selain itu, Rumah Sakit Syekh Hamad untuk Rehabilitasi dan Prostetik, yang resmi dibuka pada April 2019, menjadi fasilitas kesehatan utama di Gaza. Fasilitas ini sangat penting bagi para penyandang amputasi dan anak-anak dengan gangguan pendengaran.
Namun, perang Israel di Gaza telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur yang dibiayai Qatar pada masa kepemimpinan Syekh Hamad.
Citra satelit pada Mei tahun ini menunjukkan bahwa Kota Syekh Hamad dan sejumlah wilayah lain di Gaza selatan telah rata dengan tanah.
Meski demikian, Rumah Sakit Syekh Hamad berhasil kembali beroperasi pada Desember lalu walaupun mengalami serangan langsung. Rumah sakit ini tetap bertahan di tengah kekurangan pasokan yang parah serta runtuhnya sistem kesehatan Gaza secara keseluruhan.
Rumah sakit itu mengoperasikan satu-satunya alat CT scan di Gaza utara. Mereka bahkan membuka cabang baru di wilayah selatan untuk menangani lonjakan 225 persen kasus amputasi.
Keberlangsungan operasi Rumah Sakit Syekh Hamad di tengah perang yang masih berlangsung menjadi bukti nyata warisan upaya luar biasa mendiang Syekh Hamad bagi Gaza yang terkepung.
Dukungan Syekh Hamad terhadap Gaza akan terus dikenang oleh generasi-generasi mendatang. []
Mohammad Mansour
Sumber: Aljazeera.com






