Tak Ada yang Lebih Mewakili Politik Israel Saat Ini daripada Itamar Ben-Gvir
Bahkan, tidak ada seorang pun yang lebih jelas melambangkan Israel masa kini selain Itamar Ben-Gvir. Sudah waktunya komunitas internasional menyadari kenyataan tersebut.
Mari mulai dari fakta yang paling jelas: jauh dari sekadar tokoh pinggiran dalam politik Israel, Ben-Gvir adalah salah satu menteri paling senior dalam pemerintahan.
Kementerian Keamanan Nasional, yang dibentuk secara khusus untuk dirinya, memberinya kewenangan tertinggi atas kepolisian Israel, baik di dalam maupun di luar perbatasan yang diakui secara internasional.
Dalam kapasitas itulah ia:
- Melancarkan penindasan besar-besaran terhadap kebebasan berekspresi warga Palestina yang berkewarganegaraan Israel.
- Membagikan 10.000 senapan serbu kepada warga Yahudi Israel, termasuk para pemukim di Tepi Barat.
- Berupaya mengubah status quo keagamaan yang telah berlangsung puluhan tahun di kompleks Temple Mount/Al-Aqsa yang sangat sensitif.
Ia juga bertanggung jawab atas sistem penjara Israel yang menurut organisasi hak asasi manusia Israel, B’Tselem, telah berubah menjadi jaringan kamp penyiksaan.
Tahanan Palestina di penjara-penjara tersebut melaporkan adanya pemerkosaan dan pelecehan seksual, dan hampir 100 orang diketahui meninggal dalam tahanan sejak 7 Oktober 2023.
Yang paling terkenal, ia juga menggunakan posisinya untuk memelopori undang-undang yang baru disahkan yang menetapkan hukuman mati khusus bagi warga Palestina.
(Setelah laporan B’Tselem diterbitkan, Dinas Penjara Israel mengatakan kepada Haaretz bahwa mereka menganggap tuduhan tersebut “tidak berdasar” dan bahwa hak-hak dasar para tahanan tetap diberikan sepenuhnya.)
Namun pengaruh Ben-Gvir dalam politik Israel melampaui kementeriannya.
Selama lima tahun terakhir, ia telah membawa ke permukaan arus bawah rasisme dalam politik Israel yang telah ada sejak negara itu berdiri, tetapi sebelumnya lebih banyak ditekan demi menjaga citra di hadapan dunia internasional.
Sebagai pendukung lama Rabi ekstremis rasialis Meir Kahane, yang partai Kach-nya dilarang di Israel pada 1980-an karena dianggap terlalu ekstrem, Ben-Gvir telah menghidupkan kembali agenda idolanya untuk mengusir warga Palestina secara massal, baik dari Gaza, Tepi Barat, maupun dari dalam Israel sendiri.
Dan ia mampu melakukannya berkat bantuan dari Benjamin Netanyahu.






