Virus Cacar Air Mengintai di Saraf, Dokter Ingatkan Risiko Cacar Api
Jakarta (SI Online) — Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Vito A. Damay menegaskan bahwa virus Varicella zoster yang menyebabkan cacar air tidak pernah benar-benar hilang dari tubuh manusia meski pasien telah dinyatakan sembuh.
Virus tersebut menetap secara permanen dalam kondisi tidak aktif atau “tidur” di ujung saraf manusia yang letaknya sangat dekat dengan tulang belakang.
“Cacar air ini ketika dia pulih, virusnya tidak hilang, virusnya tidur. Dia tidur di ujung saraf kita, letaknya persis di dekat tulang belakang kita,” kata dr. Vito dalam sesi diskusi di Jakarta, Selasa(28/04/2026).
Baca juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Cacar Api Mengintai Eks Pasien Cacar Air
Kondisi imunitas yang melemah menjadi pemicu utama virus yang bersembunyi tersebut untuk bangun kembali dan berkembang menjadi penyakit cacar api atau herpes zoster.
“Waktu imunitasnya turun, barulah dia keluar. Maung tidak ada orang, keluar dia langsung, nah itulah yang bikin cacar api,” katanya.
Faktor Usia dan Komorbid Picu Reaktivasi Virus
Pertambahan usia menjadi salah satu faktor risiko utama yang memengaruhi potensi aktifnya kembali virus ini pada individu lanjut usia.
Penyakit penyerta atau komorbid seperti obesitas, gangguan jantung, hingga diabetes melitus turut memperbesar peluang seseorang terpapar cacar api.
Kondisi stres yang tidak terkelola dengan baik juga berisiko menurunkan sistem pertahanan tubuh sehingga virus lebih mudah menyerang kembali.
Penyakit ini hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat cacar air sebelumnya dan tidak terbatas pada lansia karena orang dewasa muda pun bisa terjangkit saat daya tahan tubuh anjlok.
Mengenali Gejala dan Cara Pencegahan
Gejala awal cacar api ditandai dengan demam serta rasa nyeri yang terlokalisasi di area tubuh tertentu seperti dada dan perut.
Karakteristik rasa sakit yang spesifik sering kali mengecoh pasien hingga mereka menyangka hanya menderita sakit biasa sebelum akhirnya muncul lepuhan kulit berisi cairan.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeswaykanan.org
“Ketika muncul mulai ada lepuhan-lepuhan isinya air. Baru ini beda, oh iya kok begini sakit sekali,” katanya.






