SEHAT

Waspada, Empat Kebiasaan Sehat Ini Justru Picu Kerusakan Ginjal

“Oleh karena itu, vitamin D dapat menghasilkan kadar aluminium yang berbahaya pada penderita penyakit ginjal kronis,” sambung dia.

Selain itu, suplemen herbal yang tanpa disadari mengandung kalium juga dinilai sangat berbahaya bagi kestabilan fungsi tubuh.

Meminum teh detoksifikasi

Berbagai produk teh detoksifikasi menjanjikan pembuangan racun dan penurunan berat badan secara instan meskipun klaim tersebut sangat minim bukti ilmiah.

Produk ini mengandung zat diuretik yang meningkatkan produksi urine secara drastis, sehingga berujung pada dehidrasi serta ketidakseimbangan elektrolit yang menekan kerja organ.

Dokter Shusterman menjelaskan bahwa teh jenis ini biasanya menggunakan ramuan dengan dosis yang tidak terukur, seperti akar manis, hiperikum, dan daun jati cina.

“Detoksifikasi terbaik adalah yang sudah dimiliki tubuh, yaitu ginjal. Dukung organ ini dengan makanan utuh, serat, dan hidrasi. Jangan percaya tren sesaat,” imbau dr. Shusterman.

Terlalu banyak minum air

Kondisi hidrasi berlebih atau overhidrasi sangat mungkin terjadi saat seseorang menenggak air dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang singkat.

Ternyata, kebiasaan minum air yang melampaui batas kewajaran ini berbahaya bagi kesehatan organ ginjal manusia.

Ginjal memiliki tanggung jawab besar untuk menyeimbangkan jumlah kadar air dan elektrolit, seperti natrium, di dalam tubuh.

Namun, organ ini tercatat hanya mampu memproses cairan sekitar 0,8 hingga 1,0 liter air setiap jamnya.

Jika seseorang meminum air lebih cepat daripada kemampuan ginjal untuk menyaringnya, maka kadar elektrolit di dalam aliran darah dapat menjadi encer.

Kondisi tersebut menjadi masalah serius karena natrium berfungsi membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam maupun di luar sel-sel tubuh.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button