Hamas Bantah akan Lucuti Senjata
Gaza (SI Online) – Gerakan Perlawanan Palestina Hamas membantah apa yang disebutnya sebagai “berita palsu” yang mengklaim bahwa Gerakan tersebut telah setuju untuk menyerahkan senjatanya sebagai bagian dari negosiasi gencatan senjata.
Dilansir Pusat Informasi Palestina, Senin (6/10/2025), pejabat senior Hamas, Mahmoud Mardawi, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa “tidak ada kebenaran sama sekali” atas klaim yang disebarkan oleh beberapa jaringan TV dan media berita tentang kesiapan gerakan tersebut untuk melucuti senjata.
“Laporan palsu ini bertujuan untuk mendistorsi posisi gerakan dan membingungkan opini publik,” kata Mardawi, seraya mendesak media untuk memverifikasi informasi dan hanya mengandalkan saluran resmi Hamas untuk pembaruan yang akurat.
Pernyataan ini dikeluarkan di tengah negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri genosida Israel di Gaza, yang telah menewaskan dan melukai lebih dari 234.000 warga Palestina dan meninggalkan lebih dari 11.000 orang hilang sejak 7 Oktober 2023. Genosida yang didukung AS ini telah menghancurkan seluruh kawasan permukiman, memaksa pengungsian massal, dan menciptakan kondisi kelaparan di wilayah yang terkepung.
Baca juga: Hamas Setujui Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera, Tolak Penyerahan Senjata
Pada Ahad pagi, anggota Biro Politik Hamas, Ezzat al-Resheq, menyambut baik deklarasi bersama menteri luar negeri tujuh negara Arab dan Islam—Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Türkiye, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir—yang menyatakan dukungan terhadap posisi Palestina dalam negosiasi dan menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza.
Al-Resheq menggambarkan pernyataan tersebut sebagai “dukungan yang signifikan” bagi upaya Palestina untuk menghentikan genosida Israel dan memulai rekonstruksi di bawah pemerintahan nasional Palestina yang didukung oleh mitra Arab dan Islam.
“Kami menantikan dukungan lebih lanjut dari negara-negara Arab dan Islam untuk mengakhiri genosida dan pendudukan, serta mewujudkan aspirasi rakyat kami untuk kemerdekaan dan negara dengan Yerusalem sebagai ibukotanya,” katanya.
Menurut pernyataan bersama, para menteri menyambut langkah-langkah terbaru Hamas sebagai respons terhadap proposal Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang, menukar tawanan, dan memulai pembicaraan rekonstruksi segera. Para menteri juga memuji pengumuman Hamas bahwa mereka akan menyerahkan administrasi Gaza kepada komite teknokratik Palestina sementara untuk membantu mengelola fase pasca-perang.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat, Hamas menyatakan menghargai upaya mediasi internasional dan regional, termasuk yang dilakukan oleh aktor Arab, Islam, dan AS, yang bertujuan menghentikan genosida dan memfasilitasi pertukaran tawanan secara komprehensif. Gerakan tersebut menegaskan kesediaannya untuk membebaskan semua tawanan Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sesuai dengan proposal Trump, dengan syarat keamanan dan logistik yang disepakati.
Hamas kembali menegaskan bahwa setiap kesepakatan akhir harus menjamin penarikan penuh pasukan pendudukan Israel dari Gaza, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan perlindungan hak-hak nasional Palestina.
sumber: infopalestina






