SUARA PEMBACA

Refleksi HAN 2026: Akankah Lahir Generasi Pembangun Peradaban?

Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati pada Kamis, 23 Juli 2026, mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”.

Tema tersebut mengandung harapan besar agar seluruh anak negeri tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman melalui Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA).

Namun, harapan itu berbanding terbalik dengan kondisi yang ironis hari ini. Tema ini bak titik terang atas banyaknya bahan refleksi yang menyakitkan.

Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menunjukkan bahwa kasus kekerasan di sekolah meningkat tajam sepanjang 2026.

Bahkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut perlindungan anak berada dalam kondisi darurat, mulai dari kekerasan fisik, seksual, hingga eksploitasi digital yang terjadi di rumah maupun di sekolah.

Allah Swt. telah mengingatkan dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan yang tampak di tengah masyarakat merupakan akibat ulah tangan manusia sendiri agar mereka kembali kepada Allah.

Ayat ini menjadi pengingat bahwa timbulnya kerusakan disebabkan oleh manusia yang jauh dari aturan Allah, baik dalam skala individu, masyarakat, maupun tata kelola kehidupan.

Kita harus menyadari bahwa sistem hari ini yang berasaskan sekularisme—yaitu pemisahan agama dari kehidupan—merupakan akar kerusakan yang seharusnya menjadi pengingat agar manusia kembali kepada aturan Allah.

Perlindungan Anak Tidak Cukup dengan Seremoni

Islam memandang anak sebagai amanah Allah yang harus dijaga agama, jiwa, akal, kehormatan, dan masa depannya.

Karena itu, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menumbuhkan akidah, akhlak, dan ruang aman bagi mereka.

Islam merancang terwujudnya masa depan anak melalui sinergi tiga lapis utama. Lapis pertama adalah keluarga yang mendidik dengan iman, adab, ilmu, dan kasih sayang.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah At-Tahrim ayat 6, kita diperintahkan untuk memelihara diri dan keluarga dari api neraka.

Imam Ibnu Katsir menafsirkan bahwa terdapat kewajiban orang tua untuk mendidik anak agar taat kepada Allah, menjauhkan mereka dari kemaksiatan, dan membentuk kepribadian Islam sejak dini.

1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button