AS Umumkan Blokade, Pelayaran di Selat Hormuz Terhenti
Jakarta (SI Online) – Arus pelayaran di Selat Hormuz terhenti seketika setelah Amerika Serikat mengumumkan blokade terhadap Iran, memicu kapal-kapal berbalik arah di jalur strategis tersebut.
Laporan intelijen maritim berbasis di London menyebutkan aktivitas pelayaran yang sebelumnya sudah menurun kini berhenti total setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump.
Menurut Lloyd’s List, sejumlah kapal terlihat berbalik arah di Selat Hormuz, menyebabkan lalu lintas maritim di kawasan itu praktis terhenti.
Perkembangan ini terjadi setelah AS meningkatkan operasi pembersihan ranjau dan menuduh Iran tidak memenuhi komitmennya untuk membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut.
Donald Trump Umumkan Blokade
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana blokade laut terhadap Iran, menyusul kegagalan perundingan di Islamabad untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan di Timur Tengah.
Trump mengatakan, AS akan memblokir “setiap kapal” yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain juga akan terlibat dalam blokade ini,” ujarnya melalui platform Truth Social, Ahad (12/04).
Trump mengatakan, Iran tidak akan dibiarkan memperoleh keuntungan dari tindakan yang disebutnya sebagai “pemerasan ilegal,” merujuk pada pembatasan pergerakan kapal oleh Teheran di jalur strategis tersebut.
Trump juga menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk “mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar biaya kepada Iran.”
Dalam pernyataannya, Trump menilai perundingan dengan Iran gagal karena Teheran menolak menghentikan ambisi nuklirnya.
Ia mengatakan telah menerima laporan lengkap mengenai hasil negosiasi dari Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta penasihatnya Jared Kushner.
“Dalam banyak hal, poin-poin yang disepakati lebih baik dibanding melanjutkan operasi militer hingga akhir, namun semua itu tidak berarti jika kekuatan nuklir berada di tangan pihak yang tidak stabil,” katanya.
Trump juga menyebut operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz akan segera dimulai. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan dari pihak Iran terhadap pasukan AS atau kapal sipil akan mendapat respons keras.
Selain itu, Trump mengklaim kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan akibat konflik yang berlangsung.[]
sumber: Anadolu Agency






