SEHAT-BUGAR

95 Persen Pelaku Diet Gagal Mempertahankan Berat Badan, Mengapa?

Jakarta (SI Online) – Mayoritas pelaku diet menghadapi tantangan besar berupa kembalinya berat badan yang telah hilang akibat perubahan hormonal serta metabolik yang memicu rasa lapar ekstrem.

Data dari Cleveland Clinic yang dilansir Eatthisnotthat menunjukkan, sekitar 80 hingga 95 persen orang gagal mempertahankan berat badan ideal mereka setelah masa diet berakhir.

Proses penurunan berat badan sering kali dianggap sebagai beban berat karena banyak orang lebih mengejar kesempurnaan daripada rutinitas yang berkelanjutan.

“Penurunan berat badan biasanya menjadi rumit karena mencoba mencapai kesempurnaan daripada konsisten dalam beberapa kebiasaan harian yang sederhana namun bisa diulang. Ini membuat penurunan berat badan terasa seperti tugas yang mustahil bagi kebanyakan orang,” jelas Dr. Kezia Joy, RDN dan penasihat medis di Welzo.

Langkah pertama yang harus diambil untuk menyederhanakan proses ini adalah dengan menempatkan protein dan serat sebagai prioritas utama dalam setiap porsi makan.

“Protein dan serat membantu merasa kenyang lebih lama, mendukung kestabilan gula darah, dan secara umum mengurangi keinginan ngemil sepanjang hari,” ujar Dr. Joy.

Selain nutrisi, strategi pengaturan asupan energi juga memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.

Dr. Joy merekomendasikan penerapan defisit kalori dalam skala kecil alih-alih melakukan pembatasan asupan makanan yang bersifat ekstrem dan menyiksa.

“Ketika mengonsumsi sedikit lebih rendah dari kebutuhan energi tubuh, hal ini akan mendorong penurunan berat badan, sekaligus melindungi laju metabolisme dan membantu menekan rasa lapar,” katanya.

Aspek terakhir yang tidak boleh terabaikan adalah integrasi aktivitas fisik ke dalam gaya hidup sehari-hari agar massa otot tetap terjaga meski lemak berkurang.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesdkijakarta.org

“Kembangkan rutinitas aktivitas fisik yang berkelanjutan, termasuk aktivitas harian (berjalan di rumah, naik turun tangga, dan sebagainya) serta olahraga teratur. Komponen olahraga sangat penting untuk membantu mengurangi lemak sambil mempertahankan massa otot dan menjaga kesehatan secara keseluruhan,” jelas Dr. Joy.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button