#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Zionis Israel Perpanjang Penahanan Dua Aktivis GSF

Jakarta (Suaraislam.id) – Pengadilan Israel resmi memperpanjang masa penahanan terhadap dua aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi bantuan Global Sumud Flotilla (GSF).

Keputusan Pengadilan Magistrat Ashkelon pada Selasa tersebut memastikan Saif Abu Keshek dan Thiago Avila tetap ditahan hingga Ahad, 10 Mei mendatang.

Kedua aktivis tersebut merupakan bagian dari 180 relawan yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional lepas pantai Yunani pada akhir April lalu.

Baca juga: Dua Aktivis Flotilla Diculik Israel, Ditahan dan Diduga Disiksa di Penjara Shikma

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa Abu Keshek dan Avila dibawa paksa ke wilayah Israel untuk menjalani proses interogasi intensif.

“Keputusan pengadilan untuk memperpanjang penahanan aktivis kemanusiaan yang diculik di perairan internasional merupakan bentuk pembenaran yudisial atas tindakan negara yang melanggar hukum,” kata Adalah dalam pernyataannya pada Selasa, seraya menambahkan bahwa mereka akan mengajukan banding.

Lembaga hukum Adalah mengungkapkan bahwa perpanjangan masa tahanan tersebut hanya didasarkan pada bukti rahasia yang tidak boleh diakses oleh pihak pengacara.

“Yang penting, pengadilan mengabulkan sepenuhnya perpanjangan enam hari yang diminta negara tanpa menetapkan batasan atau pengawasan yudisial terhadap periode interogasi,” demikian isi pernyataan kelompok tersebut.

Meski belum ada dakwaan resmi, kedua pria tersebut dituduh berafiliasi dengan organisasi teroris dan melakukan kontak dengan agen asing.

Tim pengacara menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar karena para aktivis diculik di lokasi yang sangat jauh dari wilayah Gaza.

Kondisi para aktivis di dalam sel dilaporkan sangat memprihatinkan karena mengalami isolasi total dan paparan cahaya lampu selama 24 jam penuh.

Sebagai bentuk protes atas perlakuan tersebut, kedua relawan kemanusiaan ini dikabarkan terus melakukan aksi mogok makan.

Pihak penyelenggara flotilla mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak atas dugaan penyiksaan dan penangkapan ilegal ini.[]

sumber: Al Jazeera

Back to top button