SAKINAH

Pengkhianatan Cinta

Oleh: Tjandra Sarie Astoeti, M.Pd., Pemerhati Pendidikan.

Cinta merupakan sebuah emosi yang kompleks, mendalam, dan bersifat subjektif. Dalam cinta terdapat kedekatan emosional, kepercayaan, keterikatan, gairah (passion), daya tarik fisik, serta dorongan romantis.

Tak hanya itu, cinta juga dilengkapi dengan komitmen (commitment), yaitu keputusan sadar untuk tetap bersama dan mempertahankan hubungan dalam jangka panjang.

Para filsuf Yunani Kuno membagi cinta menjadi beberapa jenis untuk menjelaskan kedalaman emosi tersebut. Pertama adalah eros yakni cinta romantis, kedua philia yakni persahabatan, ketiga storge yakni kasih sayang keluarga, dan keempat agape yakni cinta spiritual universal.

Dalam Islam, cinta bukanlah sekadar gejolak emosi atau ketertarikan fisik, melainkan sebuah ibadah yang muaranya kepada Allah Swt. Perspektif Islam memandang cinta sebagai anugerah yang harus dikelola agar tetap berada dalam koridor syariat.

Cinta kepada Allah (mahabbah) menempati kedudukan tertinggi di atas segala bentuk perasaan lainnya. Segala bentuk cinta kepada sesama manusia, baik kepada pasangan maupun anak, harus didasari karena Allah (lillahi ta’ala).

Artinya, kita mencintai seseorang karena kesalehannya atau karena Allah memerintahkan kita untuk berkasih sayang kepada mereka. Berbeda dengan luka fisik, pengkhianatan meninggalkan jejak traumatis mendalam dalam bentuk keraguan diri.

Korban sering kali mempertanyakan kekurangan diri mereka atau sejak kapan seluruh kejujuran berubah menjadi kebohongan. Rasa sakitnya berasal dari kenyataan bahwa orang yang paling kita kenal tiba-tiba menjadi orang asing yang paling berbahaya.

Dalam cinta, kesetiaan adalah mata uang utama yang menjaga integritas sebuah hubungan. Pengkhianatan terjadi ketika salah satu pihak secara sadar “mencetak mata uang palsu” dengan melakukan transaksi emosional atau fisik dengan pihak lain.

Hal inilah yang membuat pengampunan menjadi proses sangat berat karena rusaknya fondasi logika dalam hubungan tersebut. Pengkhianatan dalam cinta sering kali digambarkan sebagai luka yang paling sulit disembuhkan karena datang dari pemegang kunci kepercayaan.

Fenomena Kehidupan

Pengkhianatan cinta bukan sekadar tentang berakhirnya hubungan, melainkan tentang runtuhnya narasi yang telah dibangun bersama. Ketika seseorang memilih untuk berkhianat, ia menghancurkan hati pasangannya sekaligus rasa aman terhadap kebenaran.

Cinta bisa menjadi ujian bagi manusia jika dilakukan secara berlebihan hingga melupakan kewajiban kepada Allah. Oleh karena itu, seorang Muslim diajarkan untuk menjaga keseimbangan agar cinta tidak menjadi penghalang dalam ketaatan.

Fenomena ini nyata terjadi, seperti kasus pria yang menggerebek istrinya yang merupakan ASN bersama pria lain di Probolinggo (www.suarajatim.id, 22/4/2026). Ada pula berita perselingkuhan oknum ASN di NTT yang dipicu oleh interaksi melalui permainan daring (www.okezone.com, 29/6/2024).

1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button