#AQL Qurban CareIBRAH

‘The Real Sacrifice’: Mengapa Kurban Itu Bukan Soal Daging, tapi Soal Ketaatan?

Oleh: KH Bachtiar Nasir, Pembina AQL Qurban Care

Banyak orang memandang kurban sebatas penyembelihan hewan dan pembagian daging saja.

Padahal, hakikat kurban jauh lebih dalam dari sekadar aktivitas fisik melainkan sebuah ibadah hati yang agung. Ia adalah simbol ketaatan total seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu.” (QS Al-Hajj [22]: 37).

Dalam tafsir Abdurrahman as-Sa’di dijelaskan bahwa ayat ini menegaskan bahwa tujuan kurban bukan sekadar menyembelih hewan. Allah tidak membutuhkan daging dan darahnya karena Dia Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Oleh karena itu, yang sampai kepada-Nya adalah keikhlasan, niat yang benar, dan ketakwaan dari pelakunya. Kurban harus benar-benar dilandasi niat untuk mencari rida Allah semata, bukan karena riya’, ingin dipuji, atau sekadar mengikuti tradisi.

Penjelasan ini memberikan pesan yang sangat kuat bahwa ibadah tanpa keikhlasan bagaikan kulit tanpa isi atau jasad tanpa ruh. Secara lahiriah ibadah tersebut memang terlihat ada, tetapi hakikatnya kosong di hadapan Allah.

Begitu pula dengan kurban, ia hanya akan bernilai di sisi-Nya jika disertai hati yang tunduk dan niat yang lurus. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ‘Alaihimas salam telah menjadi contoh nyata dari ketundukan yang tanpa ragu tersebut.

Ketika diperintahkan untuk menyembelih sesuatu yang paling dicintai, mereka berdua tidak memilih untuk berpaling. Bahkan sebelum penyembelihan itu benar-benar terjadi, keduanya telah menunjukkan puncak ketaatan yang luar biasa.

Inilah esensi kurban yang sebenarnya, yaitu kesiapan untuk menempatkan perintah Allah di atas segalanya. Maka, real sacrifice atau pengorbanan sejati bukan terletak pada hewan yang disembelih, melainkan pada apa yang kita lepaskan dalam hati.

Bisa jadi hal yang harus dilepaskan itu adalah cinta berlebihan kepada harta, ego, atau kebiasaan yang tidak diridai Allah. Kurban menjadi latihan bagi setiap Muslim untuk menggeser pusat kehidupan dari yang awalnya demi diri sendiri menuju Allah.

Lebih dari itu, semangat penghambaan ini tidak boleh berhenti begitu saja ketika hari raya telah usai. Nilai keikhlasan dan ketaatan harus terus hidup dalam seluruh rangkaian ibadah serta aktivitas keseharian kita.

Hal ini dikarenakan setiap amal, sekecil apa pun bentuknya, akan kehilangan nilainya tanpa kehadiran niat yang benar. Kurban sejati bukan tentang daging yang dibagikan, melainkan tentang hati yang ditundukkan, ikhlas, taat, dan hanya mengharap wajah Allah semata.[]

Sumber: Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān

🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254 📸 IG: @aql.qurbancare 🌐 www.qurbancare.org

Back to top button