Mendoakan Koruptor
Oleh: Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.
Salah satu sikap mahmudah (terpuji) dalam Islam adalah berbuat baik kepada sesama manusia, termasuk dalam konteks “berbuat baik” kepada para koruptor. Saudara kita yang zalim tersebut pada hakikatnya wajib kita tolong agar terlepas dari belenggu maksiat.
Jika mereka tidak ditolong, sungguh sangat kasihan karena ancaman dosa yang akan mereka terima di akhirat kelak amat dahsyat. Rasulullah saw. telah memberikan ultimatum yang sangat keras kepada para pemimpin atau pejabat yang korup melalui sabdanya:
“Dari Ma’qil bin Yasar r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, lalu pada hari kematiannya ia mati dalam keadaan menipu (berkhianat kepada) rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga atasnya’.” (HR. Bukhari dan Muslim/Muttafaq ‘alaih)
Ancaman bagi pejabat yang curang dan tega menipu rakyatnya tidak dapat dipandang main-main, sebab taruhannya adalah diharamkan masuk surga. Naudzubillahi min dzalik, kita berlindung kepada Allah Swt. dari keburukan yang demikian.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah menegaskan dalam sebuah riwayat yang lain:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
“Rasulullah melaknat pemberi suap dan penerima suap.” (HR. Tirmidzi, no. 1337)
Kandungan hadits ini secara tegas menunjukkan bahwa risywah (suap atau gratifikasi) merupakan dosa besar yang dilaknat oleh Rasulullah saw. Koruptor merupakan salah satu profil nyata dari manusia yang berbuat zalim di muka bumi.
Hal ini disebabkan oleh dampak destruktif dari perbuatan korupsi tersebut yang berimplikasi sangat luas bagi kehidupan masyarakat. Hasil korupsi yang mencapai jumlah miliaran bahkan triliunan rupiah tersebut sejatinya dapat dialokasikan ke dalam APBN atau APBD untuk membiayai program pembangunan.
Dana tersebut dapat digunakan untuk anggaran bantuan sosial bagi warga miskin, maupun untuk membangun infrastruktur jembatan yang rusak. Dengan infrastruktur yang baik, anak-anak tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi berangkat ke sekolah.
Selain itu, gedung sekolah yang rusak serta jalur transportasi umum dapat segera direnovasi dengan dana tersebut. Anggaran itu tentu juga bisa dialokasikan untuk rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru guna menekan angka pengangguran.
Yuk, Kita Berdoa untuk Koruptor
Salah satu wujud nyata untuk menolong para pelaku korupsi adalah dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Doa tidak hanya berfungsi untuk menguatkan hati, melainkan juga menjadi pengingat agar kita semua senantiasa istikamah berjalan di jalan yang lurus.
Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt. di dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan cara yang batil dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188)






